Puasa Sunah 6 Hari di Bulan Syawal
Oleh Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts w
Diriwayatkan dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup.”
(Hadits Riwayat Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)
Puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah. Imam Syafi’i, Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya. Hal-hal yang berkaitan dengannya adalah:
1. Tidak Harus Dilaksanakan Secara Berurutan.
Hari-hari ini (berpuasa syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah ‘Ied, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang. … dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib, melainkan sunnah.
(Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’)
Jalanan Jakarta Ramai (lagi)
Hari ini, Jakarta mulai macet lagi. Semua sudah beraktifitas normal kembali, pegawai, pengusaha dan pelajar sudah mulai masuk kerja / sekolah lagi setelah selama seminggu lebih menikmati libur Hari Raya Idul Fitri 1431H. Tak ayal lagi, kemacetan, yang sudah identik dengan jalanan Jakarta, kembali mengular terutama di jalan-jalan menuju jalan protokol.
Tadi pagi, saya menuju tempat kerja di bilangan Gambir Jakarta Pusat dengan lebih dulu mengantar Isteri bekerja di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, ditemani oleh motor yang sudah agak butut, motor bebek 4 tak produksi tahun 1995.
Mulai dari keluar rumah, jalan raya pasar minggu sudah mulai pamer alias padat merayap, sampai perempatan pancoran sedikit tersendat, itu sudah pake motor, bagaimana yang bawa mobil? Cape deh ….. Sambil tetap menyusuri jalanan, terkadang naik trotoar…., terbersit sedikit unek-unek perihal kemacetan Jakarta.
Download Koran/Tabloid Nasional/Daerah
Pertama-tama saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Setelah sekian lama tidak aktif menulis di blog sendiri, baru kali ini saya coba tuangkan keisengan saya, yang mungkin tanpa keisengan itu, saya malas untuk aktif kembali di blog.
Bermula dari keinginan mencari sebuah artikel mengenai perpajakan terkini di koran atau tabloid terbitan nasional maupun daerah, saya coba mencarinya di koran epaper yang sekarang sudah mulai tren digunakan oleh kalangan penerbit koran/tabloid. Meskipun bisa membaca langsung di situs berita online, tapi rasanya ada sedikit kekurangan yaitu tidak bisa disimpan untuk dibacanya kembali suatu saat bila kita punya waktu luang.
Maka muncullah ide untuk mencari cara untuk mendownload beberapa epaper koran nasional maupun daerah, meskipun ada yang sedikit ribet, tapi untuk proses belajar, it’s OK-lah. Tapi lama kelamaan kok rasanya bosan juga klo setiap mau download epaper koran harus menggabungkan satu per satu halaman dari epaper tersebut. Kemudian muncullah ide lagi seandainya ada situs yang menyediakan data epaper nasional dan tinggal download, selesai, baca.




