Hari Makin Panas
Kemaren dapet email berantai yang menghimbau agar mulai hari Senen, 26 april 20010 sampai dengan jumat, 30 April 2010 jangan memakai baju berwarna gelap bila pergi ke kantor atau ke luar rumah/kantor di siang hari, karena diperkirakan temperature di siang hari akan sangat panas, lebih panas dari hari-hari sebelumnya.
Himbauan itu masuk akal juga seh, secara kalo malem aja sekarang panas bener, beruntung di rumah sudah pasang AC, itu juga mesti disetel 200 C. Kasihan Bagas klo kepanasan begini, keringatnya bercucuran sampe basah bajunya.
Berdasarkan pengamatan ilmu yang dipelajari di bangku sekolahan plus berita-berita terkini pengenai pemanasan global ato klo Bu Le menyebutnya Global Warming. Kondisi bumi yang semakin panas karena panas sinar matahari terperangkap di bumi sebagai akibat dari meningkatnya kadar CO2 di udara (efek rumah kaca, bukan nama grup musik).
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan (sumber: Wikipedia)
Kriteria Pemilihan Nama Anak
Setelah tau hasil USG, calon jabang bayi adalah laki-laki, kami segera mempersiapkan nama-nama yang bakal jadi nama anak kami nanti. Gampang-gampang susah memang cari nama buat sang jabang bayi. Semua nama keliatannya bagus, Sudah diputuskan hari ini, besok hari sudah berubah lagi… kayak nya yang ini lebih bagus dan enak didengar ….
Udah berkali-kali kita berubah-ubah nama, tapi ada hal-hal yang kita sepakati untuk tidak berubah, yaitu komponen nama itu sendiri. Yang pertama, kami menginginkan nama yang tidak terlalu panjang, alasannya cukup masuk akal, nanti kalo ujian sekola, ngisi lembaran nama nya gak lama-lama amat, kasian, klo panjang-panjang, yang laen udah ngerjain soal, anak kami masih mbuletin nama aja….
Sang Pemimpin yang Kuat dan Bijaksana
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat nya, yang telah memberikan amanah kepada kami seorang putra yang sudah lama kami tunggu-tunggu kehadirannya di rumah kami.
Sudah 6 tahun kami menjalani rumah tangga tanpa ada tangis bayi di rumah. Dan untuk mewujudkan itu, kami pun sudah berusaha, yang menurut kami sudah maksimal. Dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal sekalipun sudah kami lakukan. Pokok nya apa kata orang, kita jalanin.
Dari dokter ini, rumah sakit ini, klinik ini, dukun bayi ini, tukang urut itu, mbah anu … makan ini, minum itu … obat ini, jamu itu … bahkan sampai lintas propinsi pun kami jalani. Pantang lelah kami berusaha dan berdoa. Sudah bebal rasanya telinga kami mendengar saran dari orang-orang yang menyarankan agar kami tetap bersabar dan suatu saat kami pun rasanya sudah kehilangan kesabaran … “Kamu aja yang sabar !!”.
Kenangan dan Harapan
Pertama yang harus diucapkan adalah puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Nikmat Sehat kepada kita sehingga kita bisa menikmati hidup hingga saat ini dan mengalami malam pergantian tahun baru.
Yang kedua, tentunya ucapan Selamat Tahun Baru 2010.
Tapi apakah cuma sampai di situ saja, sebatas ucapan tanpa ada pengharapan di tahun yang baru ini? Tentu saja tidak! pasti ada harapan-harapan yang dipanjatkan dalam doa kita untuk tahun baru ini, termasuk juga kenangan-kenangan tahun lalu yang mungkin berbalut dosa, juga pasti dimohonkan maaf kepada Dzat Yang Maha Pemaaf.
Asyik…. Sudirman-Thamrin Bebas Banjir
Kabar gembira bagi pegawai atawa karyawan yang dines nya saban hari di kawasan Sudirman Thamrin Jakarta, kawasan ini diprediksi akan bebas banjir pada 2010 menyusul dioperasikannya pompa air Cideng.Banjir di jalan utama Ibu Kota ini sudah dalam taraf mengganggu.
Kepala Bidang (Kabid) Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta Fahrurrazi memaparkan, pompa air Cideng sebetulnya sudah ada sejak 1990-an dengan kekuatan 40 m3 per detik. Namun, pompa itu mengalami kerusakan akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) yang terjadi di kawasan Thamrin. Penurunan permukaan tanah itu menyebabkan tanah di lokasi pompa air menjadi landai sehingga air sulit mengalir ke pompa air.
Read more »
Kotaku Paling Jorok no. 3 Sedunia
Predikat sebagai kota terjorok ketiga di dunia agaknya layak disematkan kepada ibukota negara Indonesia, Jakarta. Kota dengan populasi penduduk mencapai 10 juta jiwa itu dicap sebagai kota jorok lantaran beberapa indikator, yakni kualitas air tanah, udara, dan tata ruang yang buruk.
Pencemaran lingkungan di Jakarta sudah berada pada level memprihatinkan. Faktanya, pencemaran udara saja tercatat 70 persen berasal dari kendaraan bermotor dari total 9.993.867 kendaraan yang beroperasi di ibukota (sumber data: Polda Metro Jaya per Juni 2009). Sedangkan dari pembuangan sampah, 28 persen sampah terbuang ke selokan dari total 27.966 meter kubik, atau setara dengan 6.000 ton per harinya (sumber data: WALHI Jakarta).




