Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Contoh Keteladanan Umar Bin Abdul Aziz RA

Negeri ini sangat memerlukan pemimpin yang bukan saja kapabel, tapi juga kredibel. Sebab, –sekarang dan ke depan- kita berada di sebuah dunia yang makin sarat tantangan. Hal yang demikian, jelas tak memadai jika negeri ini tak dikelola oleh rezim kredibel, yang didukung penuh oleh rakyat.

Kredibilitas terkait dengan –antara lain- keteladanan. Kredibilitas bergantung kepada satunya kata dan perbuatan. Sayang, justru di aspek ini, performa rata-rata pemimpin kita menyedihkan.

Negeri ini, miskin pemimpin berkategori teladan. Perhatikanlah, misalnya: Cukup sering pemimpin/pejabat meminta rakyat untuk berhemat, dan hal yang sama diinstruksikan pula kepada pejabat (di level yang lebih bawah). Misal, pernah ada seruan untuk menggunakan fasilitas negara secara proporsional. Tapi, ternyata, seruan ini tak disertai contoh yang memadai dari sang pemimpin/si penyeru.

Read more »

5 April 2011 Posted by | Catatan, Mengenal Lebih Dekat, Teladan, Tokoh | Leave a Comment

Akhir-akhir ini …

Ga’ dirumah.. ga’ di kantor rasanya kerjaan ada mulu ga’ ada brentinya. Klo di rumah jelas ketahuan, berbagi tugas dengan isteri untuk merawat Bagas dan mengurus rumah dari pulang kantor, bahkan  sampe tidur itu sendiri pun juga sepertinya ada gilirannya, bangun tidur terus ngantor …. Rutinitas yang membosankan dan perlu!

Sampe di kantor, bejibun tugas sudah menanti untuk segera diberi sentuhan 10 jari yang beradu sama keyboard. Belum tugas yang satu selesai udah datang tugas yang laen, iya klo cuman atu… ini langsung 5 biji yang harus selese hari itu juga.. duh Gusti … cari nafkah sesuap nasi segenggam berlian sepertinya berat sekali. Terpaksa hari ini ijin sama ‘perdana menteri’ di rumah ‘sang raja’ pulangnya gak telat, habis maghrib baru pulang.

Read more »

26 April 2010 Posted by | Catatan, Cerita | | Leave a Comment

Manusia adalah Software, bukan Hardware

hardwareDulu ada yang beranggapan bahwa manusia adalah tubuh yang berjiwa, tapi anggapan itu sekarang telah beralih dengan adanya pengembangan disiplin ilmu Psychology yang kini sudah berjalan melangkah keluar, memasuki area metafisik – Parapsychology. Ilmuwan di negara barat sependapat bahwa manusia adalah jiwa yang bertubuh, jangan heran kalau mereka pun mampu melakukan experience outside body (EOB) atau yang disini dikenal dengan istilah ragasukma.

Jika sebuah mobil melintas di hadapan kita, maka pandanglah sang supir – itulah manusia nya yang mengendalikan alam semesta dirinya baik fisik maupun metafisik. Terkadang terjadi sang supir lengah, lalu mendekatlah seorang preman – supir dipukul pingsan, preman masuk kedalam mobil dan mengendalikannya, akhirnya jalan mobil ga karuan. Begitulah serupa dengan kasus kesurupan yang kadang terjadi, disaat sang supir sebagai pemimpin unsur bumi (kholifah fil aradh) lengah, maka kendali dipegang oleh lainnya

Read more »

5 November 2009 Posted by | Inspiratif | | Leave a Comment

Nasrudin

sufiMemakai Pakaian Kabung

Nasrudin sedang berjalan di sepanjang jalan dengan mengenakan jubah berwarna biru tua ketika seseorang bertanya: “Mengapa engkau berpakaian seperti ini, Nasrudin? Apa ada yang meninggal?”

“Ya,” kata sang Mullah, “Kan bisa saja terjadi kematian, tanpa kita diberi tahu.”

Nasrudin Ditangkap Waktu Perang

Ketika perang Salib, Nasrudin tertangkap dan dikenai kerja paksa di sebuah parit dekat benteng Aleppo. Kerja paksa itu, begitu melelahkan sehingga sang Mullah sering kali berkeluh kesah.

Read more »

25 October 2009 Posted by | Humor | | Leave a Comment

Uwais al-Qarny

sahabatIni bagian dari rasa ketertarikan saya akan isi khutbah Jumat kemaren di Instansi Pemerintah yang letaknya persis berdampingan dengan kantor. Sang Khatib intinya menjelaskan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua kita, khususnya Ibu kita. Ridlo Allah SWT ada di kedua orang tua kita, begitu juga dengan murka Allah SWT juga ada di kedua orang tua kita.

Kemudian khotbah Jumat disisipkan kisah tentang Uwais Al Qarni, yang merupakan penduduk langit, artinya beliau tidak dikenal di bumi tapi sangat terkenal di penduduk langit, tidak lain tidak bukan karena ketaatannya kepada Ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan.

Terinspirasi oleh kisah Uwais Al Qarni, kemudian saya coba untuk cari artikel tentang siapa Uwais Al Qarni itu. Biasa, kemudian Tanya ke Mbah Google dan Mba Wiki, dapat deh artikelnya.

Begini Ceritanya :

Read more »

24 October 2009 Posted by | Catatan, Cerita, Mengenal Lebih Dekat, Teladan | | Leave a Comment

Kisah Beberapa Bayi yang Bisa Bicara

bayiSemalam, pengajian rutin Kitab Kuning di Masjid Ar Rahmah, diselingi dengan pembacaan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang menerangkan salah satu mukjizat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Isa a.s. yaitu dapat berbicara sewaktu masih bayi.

Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w.: “Tidak ada yang dapat bicara ketika bayi kecuali tiga orang, yaitu Isa bin Maryam, kedua, anak yang membebaskan Djuraidj …..”

Nabi Isa as. bisa bicara ketika masih dalam gendongan ibunya, Di dalam Al-Quran Al-Karim, lafadz yang diucapkan oleh nabi Isa as adalah sebuah keterangan tentang siapa diri beliau dan kedudukannya. Beliau as. berkata:

“Sesungguhnya Aku adalah hamba Allah, Dia telah memberi kepadaku Al-Kitab dan menjadikanku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Read more »

21 October 2009 Posted by | Inspiratif | | Leave a Comment

Nasrudin

sufiMakan Sop Bebek

Nasrudin memandang beberapa ekor bebek yang kelihatannya akan lezat bila dimasak. Mereka sedang bersenang-senang di sebuah kolam. Ketika Nasrudin mencoba menangkapnya, bebek-bebek itu terbang.

Setelah itu ia celupkan beberapa patong roti ke dalam air dan kemudian melahapnya. Beberapa orang yang lewat bertanya apa yang ia lakukan itu.

“Aku sedang makan sop bebek,” jawab Nasrudin kalem.

Menolong Bulan

Ketika sedang berjalan-jalan, Nasrudin melewati sebuah sumur yang membuatnya ingin melihat ke dalamnya. Ketika itu hari mulai malam. Waktu Nasrudin menatap air dalam sumur itu, ia melihat bulan di sana.

Read more »

19 October 2009 Posted by | Humor | | Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.