Manusia adalah Software, bukan Hardware
Dulu ada yang beranggapan bahwa manusia adalah tubuh yang berjiwa, tapi anggapan itu sekarang telah beralih dengan adanya pengembangan disiplin ilmu Psychology yang kini sudah berjalan melangkah keluar, memasuki area metafisik – Parapsychology. Ilmuwan di negara barat sependapat bahwa manusia adalah jiwa yang bertubuh, jangan heran kalau mereka pun mampu melakukan experience outside body (EOB) atau yang disini dikenal dengan istilah ragasukma.
Jika sebuah mobil melintas di hadapan kita, maka pandanglah sang supir – itulah manusia nya yang mengendalikan alam semesta dirinya baik fisik maupun metafisik. Terkadang terjadi sang supir lengah, lalu mendekatlah seorang preman – supir dipukul pingsan, preman masuk kedalam mobil dan mengendalikannya, akhirnya jalan mobil ga karuan. Begitulah serupa dengan kasus kesurupan yang kadang terjadi, disaat sang supir sebagai pemimpin unsur bumi (kholifah fil aradh) lengah, maka kendali dipegang oleh lainnya
Kisah Beberapa Bayi yang Bisa Bicara
Semalam, pengajian rutin Kitab Kuning di Masjid Ar Rahmah, diselingi dengan pembacaan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang menerangkan salah satu mukjizat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Isa a.s. yaitu dapat berbicara sewaktu masih bayi.
Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w.: “Tidak ada yang dapat bicara ketika bayi kecuali tiga orang, yaitu Isa bin Maryam, kedua, anak yang membebaskan Djuraidj …..”
Nabi Isa as. bisa bicara ketika masih dalam gendongan ibunya, Di dalam Al-Quran Al-Karim, lafadz yang diucapkan oleh nabi Isa as adalah sebuah keterangan tentang siapa diri beliau dan kedudukannya. Beliau as. berkata:
“Sesungguhnya Aku adalah hamba Allah, Dia telah memberi kepadaku Al-Kitab dan menjadikanku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.




