<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pavarotto</title>
	<atom:link href="http://pavarotto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pavarotto.wordpress.com</link>
	<description>Just Pavarotto, That&#039;s All !</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Apr 2011 02:01:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pavarotto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bd6548a54893211a2e9fafeca564984f?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pavarotto</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pavarotto.wordpress.com/osd.xml" title="Pavarotto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pavarotto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ada pesan dari jauh</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/07/ada-pesan-dari-jauh/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/07/ada-pesan-dari-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 02:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Pesan ini sebenarnya udah lama, tapi tetep ajah membuat saya penasaran dan tidak saya hapus di daftar pesan akun facebook. Pesan datang dari antah berantah, yang intinya mengabarkan bahwa “sodara” saya meninggal karena kecelakaan pesawat dan saya lah orang satu-satunya yang masih ada hubungan “sodara” dengan si korban, dan saya sepertinya disuruh untuk mengambil uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=440&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/fb.png"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-439" title="FB" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/fb.png?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Pesan ini sebenarnya udah lama, tapi tetep ajah membuat saya penasaran dan tidak saya hapus di daftar pesan akun facebook. Pesan datang dari antah berantah, yang intinya mengabarkan bahwa “sodara” saya meninggal karena kecelakaan pesawat dan saya lah orang satu-satunya yang masih ada hubungan “sodara” dengan si korban, dan saya sepertinya disuruh untuk mengambil uang pertanggungan asuransi dari si korban yang jumlahnya sangat besar, USD 20,7 Million, wow ….</p>
<p>Lebih lengkapnya isi imel tersebut adalah seperti ini :</p>
<p><span id="more-440"></span>December 21, 2010</p>
<p>ATTN Pava Rotto</p>
<p>I am Barr. **** legal practitioner, I am the personal attorney to late Mr. Victor K.Rotto<br />
,a legal consultant.On the 21st of April 2004, our deceased customer,his wife and their only daugther were involved in a plane crash and It was unfortunate that our deceased customer and his family all lost their lives in that crash.</p>
<p>Do kindly contact me directly on my private email adddress below thus;( *****@yahoo.com) for more details inrespect for the claim of his Estate/Fund valued (usd$20.7Million) left behind before it gets confiscated or declared unserviceable by the Finance Firm.</p>
<p>Best Regards<br />
Barr.****(Esq)<br />
Principal Attorney,<br />
Lome Togo.<br />
Email;*****@yahoo.com</p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya email tersebut, Saya yakin ini murni kesalahpahaman akibat nama. Mungkin si pengacara sudah mencari-cari daftar nama “sodara” si korban kemana-mana, dan ketemulah nama Pava Rotto di Facebook.</p>
<p>Ya… semoga cepet ketemu deh “sodara” yang sebenernya, biar arwahnya juga ngga penasaran ….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=440&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/07/ada-pesan-dari-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/fb.png?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">FB</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenuh dengan pekerjaan anda?</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/06/jenuh-dengan-pekerjaan-anda/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/06/jenuh-dengan-pekerjaan-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 22:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini dan Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, butuh ngobrol dulu, chatting dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai waktu terbuang percuma. Hasil kerja pun jadi tak maksimal. Bila dilihat kembali secara jernih, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=431&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/bored.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-429" title="bored" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/bored.jpg?w=150&#038;h=150" alt="" width="150" height="150" /></a>Kian hari Anda merasa tak bergairah, bahkan merasa semakin sulit menemukan inspirasi untuk menyelesaikan pekerjaan. Rasanya, ada saja yang bikin hati jadi tidak sreg menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari alasan butuh ngopi dulu, butuh ngobrol dulu, <em>chatting</em> dulu, ngemil dulu, dan sebagainya. Sampai-sampai waktu terbuang percuma. Hasil kerja pun jadi tak maksimal. Bila dilihat kembali secara jernih, inti permasalahannya memang ada pada diri Anda sendiri, yang sudah kehilangan gairah dalam pekerjaan. Masalah semacam ini,  merupakan hal yang wajar terjadi.</p>
<p>Yang perlu kita lakukan pertama adalah cari tahu apa penyebab anda jenuh dengan pekerjaan anda. Anda perlu mengidentifikasi masalah mana yang sebenarnya menyebabkan Anda jenuh. Jika pekerjaan menuntut Anda selalu mengerjakan hal yang sama setiap hari berulang kali, wajar jika terjadi kejenuhan. Pekerjaan yang tak menimbulkan tantangan, seringkali membuat Anda jadi tak mampu berinovasi.</p>
<p><span id="more-431"></span>Mengetahui diri mulai kehilangan gairah dalam bekerja, bukan lantas harus mengganti pekerjaan. Cari tahu dulu, Anda jenuh karena apa? Jika masalahnya adalah pekerjaan yang terlalu rutin, anda disarankan untuk sesekali melakukan variasi kecil dalam pekerjaan. Anda bisa memanfaatkan beberapa menit untuk beristirahat setelah berjam-jam di depan komputer, misalnya berbincang dengan rekan satu ruangan sejenak. Anda bisa membahas hal-hal lain yang lebih santai seperti bertukar informasi belanja, membicarakan Si Kecil, menanyakan di mana ia membeli aksesori, dan lainnya.</p>
<p>Sedangkan untuk mengatasi jenuh yang disebabkan lingkungan fisik kantor, bisa dengan menata ulang meja kerja. Meletakkan benda-benda yang berhubungan dengan hobi di sudut meja, bisa memberi nuansa berbeda. Anda yang bekerja di dunia kreatif juga bisa menata ulang jadwal maupun prioritas sehari-hari.</p>
<p>Bila hal tersebut sudah kita lakukan tapi rasa jenuh terhadap pekerjaan masih aja tetap menghantui pikiran kita, cobalah langkah yang kedua, yaitu cuti. Ya… mungkin anda butuh istirahat dan butuh sedikit liburan berkumpul dengan keluarga, seperti yang sedang saya lakukan sekarang. Sayamengambil cuti selama 3 hari, untuk mecoba lebih dekat dengan keluarga, bercanda dengan anak dan isteri (hmmm). Lupakan sejenak hiruk pikuk kantor, nikmati benar-benar liburan anda supaya nanti di saat kembali ngantor, kembali bergairah.</p>
<p>Bila langkah ke dua tidak berhasil, masuk kantor setelah berlibur, masih aja jenuh dengan pekerjaan kita, coba langkah ketiga,yaitu pindah pekerjaan. Mungkin pekerjaan yang kita jalani sekarang tidak cocok dengan jiwa kita dan kita terlalu memaksakan perasaan kita untuk mencintai pekerjaan kita. Cobalah untuk mencari pekerjaan lain yang lebih cocok dengan jiwa kita, bisa pindah perusahaan atau juga menjadi entrepreneur.</p>
<p>Bila langkah ketiga juga masih belum berhasil, pekerjaan apa aja membuat anda bosan dan jenuh? sepertinya anda perlu ke psikiater untuk mengetahui apakah anda layak untuk hidup??</p>
<p>Mari kita syukuri apa yang ada, yang kita punya, bukan memikirkan apa yang hilang dari kita atau apa yang belum kita punya, niscaya kita akan tenang dalam hidup.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/431/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/431/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=431&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/06/jenuh-dengan-pekerjaan-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/bored.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">bored</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Keteladanan Umar Bin Abdul Aziz RA</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/contoh-keteladanan-umar-bin-abdul-aziz-ra/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/contoh-keteladanan-umar-bin-abdul-aziz-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 14:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Lebih Dekat]]></category>
		<category><![CDATA[Teladan]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Negeri ini sangat memerlukan pemimpin yang bukan saja kapabel, tapi juga kredibel. Sebab, –sekarang dan ke depan- kita berada di sebuah dunia yang makin sarat tantangan. Hal yang demikian, jelas tak memadai jika negeri ini tak dikelola oleh rezim kredibel, yang didukung penuh oleh rakyat. Kredibilitas terkait dengan –antara lain- keteladanan. Kredibilitas bergantung kepada satunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=425&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2009/10/sufi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-169" title="sufi" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2009/10/sufi.jpg" alt="" width="116" height="107" /></a>Negeri ini sangat memerlukan pemimpin yang bukan saja kapabel, tapi juga kredibel. Sebab, –sekarang dan ke depan- kita berada di sebuah dunia yang makin sarat tantangan. Hal yang demikian, jelas tak memadai jika negeri ini tak dikelola oleh rezim kredibel, yang didukung penuh oleh rakyat.</p>
<p>Kredibilitas terkait dengan –antara lain- keteladanan. Kredibilitas bergantung kepada satunya kata dan perbuatan. Sayang, justru di aspek ini, performa rata-rata pemimpin kita menyedihkan.</p>
<p>Negeri ini, miskin pemimpin berkategori teladan. Perhatikanlah, misalnya: Cukup sering pemimpin/pejabat meminta rakyat untuk berhemat, dan hal yang sama diinstruksikan pula kepada pejabat (di level yang lebih bawah). Misal, pernah ada seruan untuk menggunakan fasilitas negara secara proporsional. Tapi, ternyata, seruan ini tak disertai contoh yang memadai dari sang pemimpin/si penyeru.</p>
<p><span id="more-425"></span>Jika keteladanan tak bisa kita berikan, apa bedanya dengan situasi di ‘masa lalu’? Pemimpin bilang, dahulukan kepentingan rakyat! Tapi, ketika sang pemimpin punya kepentingan, rakyat terkorbankan oleh kepentingan dia. (Sekadar contoh ‘kecil’, pernah mobilitas keseharian rakyat terganggu, karena jalanan macet akibat resepsi yang diselenggarakan keluarga pejabat). Padahal, dalam perspektif agama (Islam), sungguh berat ancaman bagi orang tak sama antara perkataan dengan perbuatannya<em>. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”</em> (QS Ash-Shaff [61]: 2-3).</p>
<p>Kita butuh pemimpin kredibel, yang memiliki rasa malu jika berbuat salah, dan tak malu mengaku salah jika memang salah. Dalam perspektif Islam, rasa malu dan iman ibarat dua sisi dari sebuah mata uang. Jika salah satu tak ada, maka ikut lenyap pula-lah yang satunya. Kita malu, jika ucapan kita tak sama dengan perilaku kita. Pemerintah berjanji memberantas korupsi, tapi rakyat tak menemukan cukup bukti.</p>
<p>Sungguh tak bermanfaat semua pembangunan itu, jika di dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemanfaatannya, melupakan aspek pencapaian kesejahteraan rakyat. Sungguh, kita zalim, jika dalam pembangunan itu, kita menghambur-hamburkan uang negara. Kita sewenang-wenang, jika atas nama pembangunan, mengerjakan sesuatu sekadar menyenangkan segelintir pejabat saja, dan sama sekali mengabaikan usaha-usaha pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Ketahuilah, itu membelakangi amanat.</p>
<p>Sebagai “gugatan” terakhir, kapan pemimpin/pejabat kita berhenti memikirkan dirinya sendiri dan lalu lebih sigap memikirkan kesejahteraan rakyatnya? Tak perlu “gugatan” tersebut dijawab secara reaktif. Cukup kiranya, jika kita mengajak nurani kita masing-masing untuk memandu agar dapat ‘menghayati’ sekumpulan jeritan hati tersebut.</p>
<p><strong>Cermin Umar Bin Abdul Aziz RA</strong></p>
<p>Bagi siapapun, bercermin ke orang shalih sangat dianjurkan. Khusus bagi para pemimpin/pejabat, dalam hal sosok pemimpin/pejabat yang amanah, maka Khalifah Umar bin Abdul Aziz RA adalah salah satu contoh terbaik yang patut diteladani. Mengapa?</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz RA mewarisi darah dan tipologi Khalifah Umar bin Khaththab RA. Sebagaimana Umar bin Khaththab RA, sang cicit –yaitu Umar bin Abdul Aziz RA- adalah seorang pemimpin yang berpegang teguh pada amanah.</p>
<p>Dia memangku jabatan khalifah (sebuah jabatan yang sesungguhnya jika bisa, dia tak ingin mendudukinya) dalam usia relatif muda, 35 tahun. Keadilan dan kebijaksanaan dari pemimpin yang disebut-sebut sebagai Khulafaur Rasyidin kelima ini terasakan oleh rakyat secara menyeluruh. Keshalihannya sebagai seorang pemimpin/pejabat pantas diteladani.</p>
<p>Sejarah bersaksi atas langkah dia dalam mewujudkan pemerintahan (baru) yang bersih. Gebrakan pertamanya, adalah mengembalikan semua harta dan atau tanah rakyat yang diambil oleh pemerintahan (Bani Umayyah) sebelumnya, yang diambil melalui tekanan kekuasaan kepada para pemiliknya. Jika pemilik tanah dan atau harta sudah tidak diketahui lagi, maka tanah harta dan atau harta itu dikembalikan kepada Baitul Maal (Kas Negara), untuk digunakan bagi keperluan kaum muslimin.</p>
<p>Jika di era sebelum Umar bin Abdul Aziz RA, para pejabat kerap mendahulukan kepentingan pribadinya saat menjalankan tugas, maka Umar bin Abdul Aziz RA memperagakan hal yang sebaliknya. Implikasinya, di era Umar bin Abdul Aziz RA tidak ada kepentingan rakyat yang tidak diurus dengan baik, tidak ada kebutuhan rakyat yang tak terpenuhi.</p>
<p>Pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz RA adalah tipe pejabat yang yakin bahwa jabatan adalah amanah yang bakal dimintai pertangungjawaban kelak di “Hari ketika mulut terkunci, tapi tangan dan kaki berbicara dan bersaksi”.</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz RA memberi contoh dengan cara memulai apapun dari dirinya sendiri. Lihatlah! Dia yang sebelumnya dikenal kaya raya yang antara lain ditandai dengan dimilikinya sejumlah rumah yang sangat bagus, kuda-kuda pilihan, baju-baju kualitas terbaik dan lengkap dengan minyak wangi kelas terpilih, serta dengan penghasilan tahunan 40.000 dinar. Tapi, ketika prosesi pelantikan khalihah, dia ubah semua model upacara yang menyedot uang rakyat. Dia tolak fasilitas mewah yang selama ini biasa diperoleh pejabat sebelumnya. Bahkan, begitu dia dilantik sebagai khalihah, dia langsug menyerahkan seluruh harta yang dimilikinya, ke Kas Negara.</p>
<p>Langkah terpuji itu diikuti serempak oleh para pejabat sehingga dengan gerakan yang dia lakukan, dalam tempo sekitar dua tahun, krisis ekonomi yang terjadi pada pemerintahan sebelumnya bisa diatasi. Lebih dari itu, distribusi kekayaan sedemikian merata sehingga tidak ada rakyat yang berstatus mustahiq lantaran tergolong fakir atau miskin. Pengentasan kemiskinan yang dia lakukan bukan sekadar retorika, karena memang benar-benar terjadi gerakan ekonomi pro-rakyat, yang dimulai dari ‘kalangan atas’ secara nyata.</p>
<p>Secara khusus, mari kita saksikan keteladanan Umar bin Abdul Aziz RA dalam memegang amanah. Suatu hari, datanglah seorang utusan dari salah satu daerah menemuinya. Utusan itu sampai di rumah Umar bin Abdul Aziz RA saat malam menjelang. Setelah mengetuk pintu, seorang penjaga menyambutnya. Utusan itu mengatakan, “Beritahu khalifah -Amirul Mukminin- bahwa yang datang adalah utusan gubernurnya.”</p>
<p>Penjaga itu masuk memberitahu Umar bin Abdul Aziz RA yang akan berangkat tidur. Umar bin Abdul Aziz RA-pun berkata, “Izinkan dia masuk”. Utusan itu masuk, dan Umar bin Abdul Aziz RA meminta menyalakan lilin besar. Umar bin Abdul Aziz RA bertanya kepada utusan tersebut tentang keadaan penduduk secara umum di wilayahnya, keadaan kaum muslimin, bagaimana perilaku gubernur, situasi harga-harga, masalah anak-anak, perihal pendidikan, dan hal-hal lain terkait persoalan umat. Apakah hak umat sudah ditunaikan? Apakah ada yang mengadukan hak-haknya yang tak ditunaikan?</p>
<p>Utusan itu pun menyampaikan segala yang diketahuinya tentang wilayahnya kepada Umar bin Abdul Aziz RA. Tak ada sesuatupun yang disembunyikannya. Semua pertanyaan Umar dijawab lengkap.</p>
<p>Utusan itu lalu balik bertanya, “Yaa Amirul Mukminin, bagaimana keadaanmu, keluargamu, seluruh pegawai, dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu?</p>
<p>Mendapat pertanyaan seperti itu, Umar bin Abdul Aziz RA pun serta merta meniup lilin besar dan berkata kepada pembantunya, “Tolong nyalakan lampu kecil.” Lalu dinyalakanlah sebuah lampu kecil yang hampir-hampir tidak bisa menerangi ruangan karena cahayanya yang temaram. Umar bin Abdul Aziz RA lalu menjelaskan tentang keadaan dirinya, anak-anaknya, istrinya, dan keluarganya.</p>
<p>Rupanya, utusan itu sangat tertarik dengan ‘aksi’ yang telah dilakukan Umar bin Abdul Aziz RA, yaitu mematikan lilin besar. Dia bertanya, “Yaa Amirul Mukminin, saya melihat Anda melakukan sesuatu yang menarik.&#8221; Umar bin Abdul Aziz RA paham dengan arah pernyataan sang tamu.</p>
<p>Umar bin Abdul Aziz RA berkata, “Wahai hamba Allah, lilin besar yang saya matikan itu adalah dibiayai Kas Negara. Jadi itu harta Allah, harta kaum muslimin. Ketika saya bertanya kepadamu tentang urusan warga di wilayah Anda, maka lilin besar itu patut dinyalakan karena untuk kemaslahatan umat. Tapi, begitu Anda membelokkan pembicaraan ke seputar pribadi saya, maka saya pun mematikan lilin besar yang dibeli dengan uang Kas Negara, dan menggantinya dengan lampu kecil milik saya”.</p>
<p>Subhanallah, benar-benar mengagumkan! Sedemikian besar kesungguhan Umar bin Abdul Aziz RA dalam menjaga amanah, termasuk menjaga Kas Negara.</p>
<p>Sumber :  M. Anwar Djaelani (<a href="http://www.hidayatullah.com/read/10491/25/01/2010/pejabat,-fasilitas,-dan-teladan-umar.html">http://www.hidayatullah.com/read/10491/25/01/2010/pejabat,-fasilitas,-dan-teladan-umar.html</a>)</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=425&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/contoh-keteladanan-umar-bin-abdul-aziz-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2009/10/sufi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sufi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gemmar Mengaji</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/gemmar-mengaji/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/gemmar-mengaji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 14:01:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini dan Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Ya benar, anda tidak salah mengeja atau membaca, emang begitu tulisannya. Gemmar Mengaji emang sebuah singkatan dari Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji.  Gerakan ini diluncurkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, bertempat di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2011). Dalam pembukaan gerakan tersebut, Menag mengatakan bahwa Gemmar Mengaji merupakan gerakan moral untuk mengembalikan budaya mengaji. Mengaji sejak dahulu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=422&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/al-quran.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-421" title="Al-Quran" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/al-quran.jpg?w=150&#038;h=99" alt="" width="150" height="99" /></a>Ya benar, anda tidak salah mengeja atau membaca, emang begitu tulisannya. Gemmar Mengaji emang sebuah singkatan dari Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji.  Gerakan ini diluncurkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, bertempat di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2011). Dalam pembukaan gerakan tersebut, Menag mengatakan bahwa Gemmar Mengaji merupakan gerakan moral untuk mengembalikan budaya mengaji. Mengaji sejak dahulu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun akhir-akhir ini mengaji sudah mulai ditinggalkan. Masjid-masjid kosong, tak ada lagi aktifitas pengajian. “ Kita sangat sulit mendapati anak-anak, remaja, bahkan orang tuas yang mengaji di Masjid-masjid atau mushalla. Umat kita lebih asyik di depan televisi daripada mengaji”, ungkapnya.</p>
<p>Kondisi ini menurut Menag, berkontribusi pada melemahnya ikatan keumatan, sehingga umat Islam mudah dimasuki berbagai paham menyimpang. Hal ini jelas memudahkan masuknya berbagai paham yang sesat. Dengan semakin jauhnya umat dari mengaji, akan sangat rentan untuk dimasuki paham-paham sesat yang datang dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.</p>
<p><span id="more-422"></span>Program ini merupakan terobosan untuk memperbaiki akhlak umat. Selain itu, program ini diharapkan generasi muda sejak dini betul-betul pahami ajaran agamanya. &#8220;Selain masalah kemiskinan, dan SDM, ada miskin akhlak. Semua pihak ambil peran masing-masing untuk selamatkan akhlak kita,&#8221; katanya. Untuk itulah Menag berharap program Gemmar Mengaji mendapat dukungan dari semua pihak.</p>
<p>Betul sekali apa yang dikatakan oleh Menag kita, memang kenyataan dimasyarakat begitu. Jamaah Sholat Maghrib di Masjid, Mushola udah mulai mengalami kemajuan alias Shof nya maju kedepan, paling cuma satu baris, itu juga rata-rata usianya 50 tahun. Pertanyaannya, yang muda pada kemana? Jawaban yang bias ditebak, masih di jalan atau sudah dirumah, itu juga kalo sholat, paling juga lagi nonton tipi.</p>
<p>Hiburan bioskop masuk rumah sudah mengalahkan dahsyatnya panggilan adzan di masjid/mushola. Begitu juga dengan membaca dan mengaji Al Quran, dikalahkan sama berita gosip atau sinetron yang tayang pas saat dikumandangkan adzan maghrib.</p>
<p>Ayo, mulai sekarang, kita dukung Gemmar Mengaji ini, dimulai dari diri sendiri untuk mencontohkan pada anak-anak kita bahwa orang tuanya sholat dan mengaji. Apabila kita tidak bisa mendidik anak kita sendiri untuk mengaji, bisa kita serahkan ke guru mengaji atau kita panggil guru mengaji ke rumah, jangan cuma guru less privat ajah yang diundang ke rumah.</p>
<p>Mari kita matikan sejenak tipi kita dirumah pas adzan Magrib berkumandang sampai dengan datangnya waktu Isya, untuk memberikan waktu bagi kita dan anak-anak kita sholat dan mengaji Al Quran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=422&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/gemmar-mengaji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/al-quran.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Al-Quran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Donor Darah? Yuk Mari &#8230;.</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/donor-darah-yuk-mari/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/donor-darah-yuk-mari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 06:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Opini dan Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Barusan ikut mendonorkan darah ke Palang Merah Indonesia yang memang datang ke Kantor untuk ‘memungut’ darah pegawai yang ingin ‘menyalurkan’ darahnya ke orang-orang yang membutuhkan. Udah lama saya ngga ikut kegiatan ini. Di kartu donor darah saya tercatat kalo saya terakhir mendonorkan darah melalui Unit Mobil PMI tanggal 30 Juni 2009. Tapi saya rasa dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=419&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/donor-darah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-418" title="donor darah" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/donor-darah.jpg?w=141&#038;h=150" alt="" width="141" height="150" /></a>Barusan ikut mendonorkan darah ke Palang Merah Indonesia yang memang datang ke Kantor untuk ‘memungut’ darah pegawai yang ingin ‘menyalurkan’ darahnya ke orang-orang yang membutuhkan. Udah lama saya ngga ikut kegiatan ini. Di kartu donor darah saya tercatat kalo saya terakhir mendonorkan darah melalui Unit Mobil PMI tanggal 30 Juni 2009. Tapi saya rasa dan inget betul, di antara tanggal tersebut dan sekarang, saya pernah donor darah sekali, tapi tidak tercatat di Kartu Donor Darah, karena waktu itu lupa membawa kartunya.</p>
<p>Waktu pertama kalinya saya donor darah emang rada-rada takut, disamping takut jarum suntiknya karena dari ukuran jarumnya lebih gede dari jarum suntik obat, campur mitos yang ada tentang donor darah sepertinya kurang enak didenger. Ada yang bilang donor darah itu membikin kita tambah gemuk, membuat badan lemes, dan lain sebagainya.</p>
<p><span id="more-419"></span>Setelah cari-cari referensi, ternyata mitos itu semuanya tidak benar. Donor darah tidak ada kaitannya dengan kegemukan karena secara teori, kegemukan terjadi karena jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan. Donor darah tidak bikin kita lemes karena darah yang diambil hanya sekitar 250-500cc, sedangkan tubuh kita memiliki persediaan darah sekitar 5.000cc, kecuali setelah kita donor darah kita ngga makan seharian &#8230; lemes deh.</p>
<p>Manfaat donor darah tidak diragukan lagi, karena sudah banyak penelitian kedokteran yang menyatakan bahwa donor darah sangat baik buat kesehatan, diantaranya menjaga kesehatan jantung, menigkatkan produksi sel darah merah, membantu penurunan berat tubuh, mendapatkan kesehatan psikologis dan bisa mendeteksi adanya penyakit serius di tubuh kita.</p>
<p>Tapi ternyata masih ada juga orang yang sudah memenuhi syarat untuk donor darah tetapi masih ragu-ragu untuk mendonorkan darahnya, tentu dengan berbagai alasan, yang klasik misalnya takut jarum suntik, ada yang beralasan ”darah ko’ disumbangin, nyumbang itu duit”, takut tertular virus lah, dan masih ada juga yang beralasan dalil agama tidak membolehkan, apa iya?</p>
<p>Trus, bagaimana pandangan, khususnya bagi umat islam, MUI tentang donor darah? Sepanjang yang saya tau, dalam salah satu bagian Fatwa MUI DKI tentang Donor Darah di Bulan Puasa, tercantum bahwa MUI menganjurkan kepada seluruh warga DKI Jakarta, terutama umat islam agar berlomba-lomba manjadi donor darah tetap kepada Palang Merah Indonesia setempat. Karena dengan menjadi donor darah, berarti kita telah menyediakan darah untuk membantu orang-orang yang membutuhkannya. Besar kemungkinan, nanti orang-orang yang membutuhkan donor darah tersebut adalah diri atau keluarga dan teman sejawat kita sendiri. Disamping itu, pengambilan darah dari para penyumbang (donor) akan menambah kesehatan dan tidak akan membahayakan mereka karena hal itu dilakukan dengan syarat-syarat dan pemeriksaan medis.</p>
<p>Jadi, marilah kita berlomba-lomba mendonorkan darah kita untuk membantu sesama kita yang membutuhkan.</p>
<p>Sebagai tambahan, syarat-syarat orang ogar bisa mendonorkan darahnya adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Umur 17-60 tahun( usia 17 tahun diperbolehkan menjadi donor bila      mendapat izin tertulis dari orang tua)</li>
<li>Berat badan minimal 45 kg</li>
<li>Temperatur tubuh: 36,6 – 37,5 derajat Celcius</li>
<li>Tekanan darah baik yaitu sistole = 110 – 160 mmHg, diastole = 70 – 100      mmHg</li>
<li>Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/ menit</li>
<li>Hemoglobin Perempuan minimal 12 gram, sedangkan untuk pria minimal      12,5 gram</li>
<li>Jumlah penyumbangan per tahun paling banyak lima kali dengan jarak      penyumbangan sekurang-kurangnya tiga bulan. Keadaan ini harus sesuai      dengan keadaan umum donor.</li>
</ul>
<p>Sedangkan Seseorang tidak boleh menjadi donor darah pada keadaan:</p>
<ul>
<li>Pernah menderita hepatitis B</li>
<li>Dalam jangka waktu enam bulan sesudah kontak erat dengan penderita      hepatitis</li>
<li>Dalam jangka waktu enam bulan sesudah transfusi</li>
<li>Dalam jangka waktu enam bulan sesudah tato/tindik telinga</li>
<li>Dalam jangka waktu 72 jam sesudah operasi gigi</li>
<li>Dalam jangka waktu enam bulan sesudah operasi kecil</li>
<li>Dalam jangka waktu 12 bulan sesudah operasi besar</li>
<li>Dalam jangka waktu 24 jam sesudah vaksinasi polio, influenza, kolera, <em>tetanus      dipteria</em>, atau <em>profilaksis</em></li>
<li>Dalam jangka waktu dua minggu sesudah vaksinasi virus hidup <em>parotitis      epidemica</em>, <em>measles</em>, dan <em>tetanus toxin</em></li>
<li>Dalam jangka waktu satu tahun sesudah injeksi terakhir imunisasi <em>rabies      therapeutic</em></li>
<li>Dalam jangka waktu satu minggu sesudah gejala alergi menghilang</li>
<li>Dalam jangka waktu satu tahun sesudah transplantasi kulit</li>
<li>Sedang hamil dan dalam jangka waktu enam bulan sesudah persalinan</li>
<li>Sedang menyusui</li>
<li>Ketergantungan obat</li>
<li>Alkoholisme akut dan kronis</li>
<li>Mengidap Sifilis</li>
<li>Menderita tuberkulosis secara klinis</li>
<li>Menderita epilepsi dan sering kejang</li>
<li>Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik) yang akan      ditusuk</li>
<li>Mempunyai kecenderungan perdarahan atau penyakit darah, misalnya      kekurangan G6PD, <em>thalasemia</em>, dan <em>polibetemiavera</em></li>
<li>Seseorang yang termasuk kelompok masyarakat yang berisiko tinggi      mendapatkan HIV/AIDS (homoseks, morfinis, berganti-ganti pasangan seks,      dan pemakai jarum suntik tidak steril)</li>
<li>Pengidap HIV/ AIDS menurut hasil pemeriksaan saat donor darah.</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=419&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/05/donor-darah-yuk-mari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/donor-darah.jpg?w=141" medium="image">
			<media:title type="html">donor darah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan lempar tikus ke jalanan</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/04/jangan-lempar-tikus-ke-jalanan/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/04/jangan-lempar-tikus-ke-jalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 07:32:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini dan Harapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita melihat bangkai tikus di jalan-jalan deket rumah kita maupun di jalan-jalan besar. Kadang ada yang udah kering seperti ikan asin, ada yang masih segar alias masih utuh, dan yang paling menjijikan tentu yang baru saja terlindas motor atau mobil&#8230; daging berceceran kemana-mana disertai darah dan bau yang tentu tidak sedap. Iya kalo hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=410&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/tikus.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-409" title="tikus" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/tikus.jpg?w=150&#038;h=101" alt="" width="150" height="101" /></a>Sering kita melihat bangkai tikus di jalan-jalan deket rumah kita maupun di jalan-jalan besar. Kadang ada yang udah kering seperti ikan asin, ada yang masih segar alias masih utuh, dan yang paling menjijikan tentu yang baru saja terlindas motor atau mobil&#8230; daging berceceran kemana-mana disertai darah dan bau yang tentu tidak sedap. Iya kalo hari ini panas, mungkin sore udah kering tuh bangkai, tapi kalo ujan&#8230; duh pastinya nambah bau dan sangat mungkin menjadi media penyebaran penyakit.</p>
<p>Sebenernya saya rada penasaran, apakah bangkai-bangkai tikus itu mati dengan sendirinya, maksudnya, si tikus stress karena jadi tikus trus bunuh diri di jalanan, atau si tikus udah tua bangka, pas melintas di jalan, eh&#8230; tau-taunya mati&#8230; atau pas si tikus itu mau mengunjungi saudaranya yang diseberang jalan, eh &#8230; sialnya dia tertabrak mobil ato motor yang kebetulan liwat, yang pastinya juga tidak sengaja untuk menabrakkan mobil atau motornya ke tikus tersebut. Hipotesis ini mungkin ada benarnya kalo bangkai tikus di jalan itu cuman satu.</p>
<p><span id="more-410"></span>Nah, bagaimana kalo ternyata jumlah bangkai tikus nya banyak? Apa iya si tikus juga mengunjungi keluarganya yang di seberang jalan secara beramai-ramai alias bergerombol? Tapi di TKP kan tidak ditemukan adanya moda transportasi masal bagi tikus?  Jadi, ini pasti ulah makhluk yang namanya manusia.</p>
<p>Jelasnya tikus memang jadi hama bagi kita, ngga di pedesaan&#8230; ngga di kota. Dan kita sepertinya juga hobi memburu tikus. Nah&#8230;. kalo sudah sukses memburu tikus, lantas diapain tuh si tikus? Mungkin bagi sebagian orang bingung mau diapain tuh bangkai (ato juga yang masih hidup). Jalan pintasnya ya itu, dibuang di jalanan dengan harapan ada motor atau mobil yang mau menipiskan bodi si tikus dan kering diterpa matahari.</p>
<p>Atau mungkin, si pelempar tikus di jalanan punya tujuan lain? Maksudnya gini, mungkin jalanan itu rame sehingga pelembar bertujuan agar para pelintas jalan merasa jijik dengan bangkai tikus, trus ngga liwat situ lagi. Atau parahnya lagi, si pelempar adalah psikopat&#8230; di merasa puas secara psikologis bila meliat korbannya mati dengan sempurna.</p>
<p>Atau juga, si pelempar terinspirasi dengan film suku Bar-Bar, yang dengan sengaja menyebar teror dengan cara melempar korbannya ke jalanan supaya tikus-tikus yang lain jangan coba-coba  mendekati areal itu, kalau tidak ingin di eksekusi macam tikus mati yang dilempar ditengah jalan tadi.</p>
<p>Terlepas dari berbagai analisa motivasi manusia melempar tikus ke jalanan, intinya hal itu tidaklah baik bagi kita karena meskipun tikus itu musuh kita, tapi kita juga tidak berhak menyiksa tikus itu dengan cara-cara yang tidak berperikebinatangan. Tikus itu juga mahluk tuhan, dia berhak hidup layak dan matipun juga layak. Hal itu juga tidak baik dilihat dari sektor kebersihan, keindahan dan pastinya kesehatan.</p>
<p>Nah, marilah kita mulai hidup sehat dengan membersihkan lingkungan sekitar kita sehingga tidak layak bagi tempat tinggal tikus, dan kalopun kita memburu tikus, hendaknya bangkainya jangan dilempar di jalanan, mungkin dikubur dengan kedalaman tertentu, atau bagi yang tidak punya lahan, sebaiknya dibungkus dengan plastik dan langsung dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir sehingga tidak mengotori lingkungan dan tetap menjaga keindahan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/410/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/410/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=410&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2011/04/04/jangan-lempar-tikus-ke-jalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2011/04/tikus.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">tikus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Sunah 6 Hari di Bulan Syawal</title>
		<link>http://pavarotto.wordpress.com/2010/09/21/puasa-sunah-6-hari-di-bulan-syawal/</link>
		<comments>http://pavarotto.wordpress.com/2010/09/21/puasa-sunah-6-hari-di-bulan-syawal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 00:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pavarotto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Lebih Dekat]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pavarotto.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Lajnah Ad-Da&#8217;imah lil Buhuts w Diriwayatkan dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup.&#8221; (Hadits Riwayat Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi) Puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah. Imam Syafi&#8217;i, Ahmad dan banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=379&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://pavarotto.files.wordpress.com/2010/09/lagi-puasa.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-380" title="lagi puasa" src="http://pavarotto.files.wordpress.com/2010/09/lagi-puasa.jpg?w=150&#038;h=181" alt="" width="150" height="181" /></a>Oleh Lajnah Ad-Da&#8217;imah lil Buhuts w</strong><strong></strong></p>
<p>Diriwayatkan dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: “Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah puasa seumur hidup.&#8221;<br />
(Hadits Riwayat Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi)</p>
<p>Puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah. Imam Syafi&#8217;i, Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya. Hal-hal yang berkaitan dengannya adalah:<br />
1. Tidak Harus Dilaksanakan Secara Berurutan.<br />
Hari-hari ini (berpuasa syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah &#8216;Ied, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang. &#8230; dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib, melainkan sunnah.<br />
(Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa&#8217;imah lil Buhuuts wal Ifta&#8217;)</p>
<p><span id="more-379"></span>Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: &#8220;Shahabat-shahabat kami mengatakan ’Adalah mustahab (Sunnah) untuk berpuasa 6 hari Syawal. Dari hadits ini mereka berkata: Sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal, tapi jika seseorang memisahkannya atau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal, ini juga diperbolehkan, karena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud.&#8221; (Al-Majmu&#8217; Syarh Al-Muhadzdzab)<br />
Bagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik. Berkata Musa ‘alaihis salam “Itulah mereka telah menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbi, supaya Engkau ridho kepadaku.” (QS. Thoha: 84)</p>
<p>2. Tidak boleh dilakukan jika masih tertinggal dalam Ramadhan<br />
Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan, dia harus berpuasa terlebih dahulu (untuk menyelesaikan kewajibannya), lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu.<br />
(Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa&#8217;imah lil Buhuuts wal Ifta&#8217;)<br />
Tanya: Bagaimana kedudukan orang yang berpuasa enam hari di bulan syawal padahal punya qadla(mengganti) Ramadhan ?<br />
Jawab: Dasar puasa enam hari syawal adalah hadits berikut<br />
&#8220;Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari Syawal maka ia laksana mengerjakan puasa satu tahun&#8221;<br />
Jika seseorang punya kewajiban qadla puasa lalu berpuasa enam hari padahal ia punya kewajiban qadla enam hari maka puasa syawalnya tak berpahala kecuali telah mengqadla ramadlannya (Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin)</p>
<p>Fatwa-fatwa Ulama Ahlussunnah Seputar Puasa 6 Hari Syawal</p>
<p>Syaikh Abdul Aziz bin Baaz (Mufti Saudi Arabia) ditanya: Seorang wanita sudah terbiasa menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal setiap tahun, pada suatu tahun ia mengalami nifas karena melahirkan pada permulaan Ramadhan dan belum mendapat kesucian dari nifasnya itu kecuali setelah habisnya bulan Ramadhan, setelah mendapat kesucian ia mengqadha puasa Ramadhan. Apakah diharuskan baginya untuk mengqadha puasa Syawal yang enam hari itu setelah mengqadha puasa Ramadhan walau puasa Syawal itu dikerjakan bukan pada bulan Syawal ? Ataukah puasa Syawal itu tidak harus diqadha kecuali mengqadha puasa Ramadhan saja dan apakah puasa enam hari Syawal diharuskan terus menerus atau tidak ?<br />
Jawab: Puasa enam hari di bulan Syawal, sunah hukumnya dan bukan wajib berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.<br />
&#8220;Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun&#8221; (HR. Muslim)<br />
Hadits ini menunjukkan bahwa puasa enam hari itu boleh dilakukan secara berurutan ataupun tidak berurutan, karena ungkapan hadits itu bersifat mutlak, akan tetapi bersegera melaksanakan puasa enam hari itu adalah lebih utama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala: &#8220;Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)&#8221; (QS. Thaha: 84)<br />
Juga berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan kutamaan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa Syawal secara terus menerus akan tetapi hal itu adalah lebih utama berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam: &#8220;Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus dikerjakan walaupun sedikit&#8221;<br />
Tidak disyari&#8217;atkan untuk mengqadha puasa Syawal setelah habis bulan Syawal, karena puasa tersebut adalah puasa sunnah, baik puasa itu terlewat dengan atau tanpa udzur.</p>
<p>Syaikh Abduillah bin Jibrin ditanya: Jika seorang wanita berpuasa enam hari di bulan Syawal untuk mengqadha puasa Ramadhan, apakah ia mendapat pahala puasa enam hari Syawal ?<br />
Jawab: Disebutkan dalam riwayat Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: &#8220;Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari bulan Syawal maka seakan-akan ia berpuasa setahun&#8221;<br />
Hadits ini menunjukkan bahwa diwajibkannya menyempurnakan puasa Ramadhan yang merupakan puasa wajib kemudian ditambah dengan puasa enam hari di bulan Syawal yang merupakan puasa sunnah untuk mendapatkan pahala puasa setahun. Dalam hadits lain disebutkan: &#8220;Puasa Ramadhan sama dengan sepuluh bulan dan puasa enam hari di bulan Syawal sama dengan dua bulan&#8221;<br />
Yang berarti bahwa satu kebaikan mendapat sepuluh kebaikan, maka berdasarkan hadits ini barangsiapa yang tidak menyempurnakan puasa Ramadhan dikarenakan sakit, atau karena perjalanan atau karena haidh, atau karena nifas maka hendaknya ia menyempurnakan puasa Ramadhan itu dengan mendahulukan qadhanya dari pada puasa sunnah, termasuk puasa enam hari Syawal atau puasa sunnah lainnya. Jika telah menyempurnakan qadha puasa Ramadhan, baru disyariatkan untuk melaksanakan puasa enam hari Syawal agar bisa mendapatkan pahala atau kebaikan yang dimaksud. Dengan demikian puasa qadha yang ia lakukan itu tidak berstatus sebagai puasa sunnah Syawal.</p>
<p>Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya : Apakah saya berhak untuk melarang istri saya jika ia hendak melakukan puasa sunnah seperti puasa enam hari Syawal ? Dan apakah perbuatan saya itu berdosa ?<br />
Jawab: Ada nash yang melarang seorang wanita untuk berpuasa sunnah saat suaminya hadir di sisinya (tidak berpergian/safar) kecuali dengan izin suaminya, hal ini untuk tidak menghalangi kebutuhan biologisnya. Dan seandainya wanita itu berpuasa tanpa seizin suaminya maka boleh bagi suaminya untuk membatalkan puasa istrinya itu jika suaminyta ingin mencampurinya. Jika suaminya itu tidak membutuhkan hajat biologis kepada istrinya, maka makruh hukumnya bagi sang suami untuk melarang istrinya berpuasa jika puasa itu tidak membahayakan diri istrinya atau menyulitkan istrinya dalam mengasuh atau menyusui anaknya, baik itu berupa puasa Syawal yang enam hari itu ataupun puasa-puasa sunnah lainnya.</p>
<p>Syaikh Shalih Al-Fauzan (Mufti Saudi Arabia) ditanya : Bagaimanakah hukum puasa sunnah bagi wanita yang telah bersuami ?<br />
Jawab: Tidak boleh bagi wanita untuk berpuasa sunnah jika suaminya hadir (tidak musafir) kecuali dengan seizinnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu &#8216;anhu bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Tidak halal bagi seorang wanita unruk berpuasa saat suminya bersamanya kecuali dengan seizinnya&#8221; -dalam riwayat lain disebutkan- : &#8220;kecuali puasa Ramadhan&#8221;<br />
Adapun jika sang suami memperkenankannya untuk berpuasa sunnah, atau suaminya sedang tidak hadir (bepergian), atau wanita itu tidak bersuami, maka dibolehkan baginya menjalankan puasa sunnah, terutama pada hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa sunnah yaitu Puasa hari Senin dan Kamis, puasa tiga hari dalam setiap bulan, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah dan di hari &#8216;Arafah, puasa &#8216;Asyura serta puasa sehari sebelum atau setelahnya.</p>
<p>(Sumber: Al-Fatawa Al-Jami&#8217;ah Lil Mar&#8217;atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita Muslimah, Amin bin Yahya Al-Wazan. Disarikan dari situs <a href="http://www.salafy.or.id/">www.salafy.or.id</a>)</p>
<p><strong>copas dari</strong><strong> : </strong><a href="http://www.ahlussunnah-jakarta.com/">www.ahlussunnah-jakarta.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pavarotto.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pavarotto.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pavarotto.wordpress.com&amp;blog=8475589&amp;post=379&amp;subd=pavarotto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pavarotto.wordpress.com/2010/09/21/puasa-sunah-6-hari-di-bulan-syawal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3e3e0794a09967b1c0ac30c6b1a75a3?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pavarotto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pavarotto.files.wordpress.com/2010/09/lagi-puasa.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">lagi puasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
