Baju Kerja Lengan Pendek
Kita sudah cukup terbiasa melihat orang-orang pekerja kantor di Jakarta memakai kemeja lengan panjang, memakai dasi dan kadang-kadang pakai jas juga. Lebih gila lagi, di perkantoran mewah di kawasan sudirman dan thamrin, tak jarang kita lihat orang berkeliaran memakai sweater. Walah… sudah kayak di luar negeri sedang musim dingin saja. Alasannya, AC di perkantoran itu sentral, tidak bisa dirubah thermostatnya. Repot juga deh… Memang untuk untuk orang sales dan marketing, sulit untuk tidak memakai dasi dan jas karena tuntutan dari pelanggan dan image perusahaan.
Dasi itu diciptakan di abad ke 19 sebagai gantinya syal untuk mengunci kerah dan baju sehingga di musim dingin bisa lebih hangat. Oleh sebab itu, penggunaan dasi di daerah tropik tidak berguna.
Sejak tahun 2005, pemerintah Jepang membuat kampanye “Cool Biz” dimana seluruh gedung pemerintah dan pusat bisnis menyesuaikan temperatur AC menjadi 28 derajat celcius. Dengan demikian, karyawan di dalam gedung itupun tidak akan kuat memakai jas dan hanya bisa memakai lengan pendek saja. Hal ini dilakukan untuk menghemat penggunaan energi AC dalam rangka persetujuan lingkungan Kyoto. Menurut kantor berita di Jepang, selama tahun 2005, negara Jepang telah menghemat 460,000 ton emisi dari gas yang berpolusi.




