Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Angka 13, Untung apa Sial

13Angka 13, bagi saya merupakan angka yang biasa saja seperti angka-angka lainnya tapi sedikit memiliki arti tersendiri setidaknya di tanggal itulah isteri tercinta dilahirkan. Tapi untuk sebagian orang di Indonesia maupun di seluruh dunia, angka 13 jadi angka yang mesti dihilangkan dari deret angka.

Di beberapa negara dari seluruh belahan dunia menganggap angka 13 adalah angka sial termasuk negara Indonesia, bagi orang China dan Jepang yang di anggap angka sial adalah angka 4, ada apa sebenarnya dibalik angka yang satu ini ?

Dari orang paling kere sampai seorang bangsawan terpelajar pun mempercayai angka 13 merupakan angka sial, sehingga ada terkesan ada peringatan untuk menjauhi angka tersebut jika tidak ingin hidup sengsara. Sampai saat ini mitos tentang angka 13 masih tetap eksis. Sebagai contoh banyak dari gedung pencakar langit tidak memiliki lantai 13 yang ada hanyalah lantai 12a atau langsung loncat ke lantai 14. Sepertinya hal ini sudah membudaya sehingga banyak orang lebih suka menomori rumahnya dengan nomor 12a ketimbang nomor 13.

Read more »

15 October 2009 Posted by | Catatan | , | Leave a Comment

Jangan Gitu Ah…. Pamali !

pamaliKalimat itu lah yang sering kita dengar dari orang-orang tua kita tatkala kita berbuat sesuatu yang dianggap tidak sopan atau melanggar norma adat.  Seperti kemaren, disaat kebutuhan mendesak, mau nyayur tapi tidak ada garam (kehabisan dan lupa membeli tadi siang) maka Mama menyuruh keponakan untuk membeli garam di Warung Pa’ Waryono, sudah lama menunggu, keponakan datang dengan muka rada-rada kecut takut dimarahin, bilang bahwa warung Pa Waryono tidak jual garam. Terus Mama sedikit heran karena tadi siang tanya ke Pa’ Waryono langsung, masih ada garam, banyak lagi… masa sekarang udah abis, ada juragan yang mborong garam apa ya tadi sore? Mungkin itu pertanyaan yang ada di benak Mama.

Tiba-tiba Papa datang menyeletuk “ Kalo orang tua-tua jawa dulu, beli garam malem-malem itu pamali, nanti warung yang jual bisa bangkrut”. “Oh.. gitu ya Pa” saut Mama sedikit mengingat-ngingat pesan Nenek. “Berarti, malam ini kita nyayur ga usah pake garem ya Pa..” Sial… gara-gara si Pamali ini, malam itu kita makan malam dengan sayur tanpa garam, “Apa kata dunia?”

Read more »

12 October 2009 Posted by | Catatan | | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.