Kriteria Pemilihan Nama Anak
Setelah tau hasil USG, calon jabang bayi adalah laki-laki, kami segera mempersiapkan nama-nama yang bakal jadi nama anak kami nanti. Gampang-gampang susah memang cari nama buat sang jabang bayi. Semua nama keliatannya bagus, Sudah diputuskan hari ini, besok hari sudah berubah lagi… kayak nya yang ini lebih bagus dan enak didengar ….
Udah berkali-kali kita berubah-ubah nama, tapi ada hal-hal yang kita sepakati untuk tidak berubah, yaitu komponen nama itu sendiri. Yang pertama, kami menginginkan nama yang tidak terlalu panjang, alasannya cukup masuk akal, nanti kalo ujian sekola, ngisi lembaran nama nya gak lama-lama amat, kasian, klo panjang-panjang, yang laen udah ngerjain soal, anak kami masih mbuletin nama aja….
Sang Pemimpin yang Kuat dan Bijaksana
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat nya, yang telah memberikan amanah kepada kami seorang putra yang sudah lama kami tunggu-tunggu kehadirannya di rumah kami.
Sudah 6 tahun kami menjalani rumah tangga tanpa ada tangis bayi di rumah. Dan untuk mewujudkan itu, kami pun sudah berusaha, yang menurut kami sudah maksimal. Dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal sekalipun sudah kami lakukan. Pokok nya apa kata orang, kita jalanin.
Dari dokter ini, rumah sakit ini, klinik ini, dukun bayi ini, tukang urut itu, mbah anu … makan ini, minum itu … obat ini, jamu itu … bahkan sampai lintas propinsi pun kami jalani. Pantang lelah kami berusaha dan berdoa. Sudah bebal rasanya telinga kami mendengar saran dari orang-orang yang menyarankan agar kami tetap bersabar dan suatu saat kami pun rasanya sudah kehilangan kesabaran … “Kamu aja yang sabar !!”.
Kisah Beberapa Bayi yang Bisa Bicara
Semalam, pengajian rutin Kitab Kuning di Masjid Ar Rahmah, diselingi dengan pembacaan hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim yang menerangkan salah satu mukjizat Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Isa a.s. yaitu dapat berbicara sewaktu masih bayi.
Abu Hurairah r.a. berkata : Bersabda Nabi s.a.w.: “Tidak ada yang dapat bicara ketika bayi kecuali tiga orang, yaitu Isa bin Maryam, kedua, anak yang membebaskan Djuraidj …..”
Nabi Isa as. bisa bicara ketika masih dalam gendongan ibunya, Di dalam Al-Quran Al-Karim, lafadz yang diucapkan oleh nabi Isa as adalah sebuah keterangan tentang siapa diri beliau dan kedudukannya. Beliau as. berkata:
“Sesungguhnya Aku adalah hamba Allah, Dia telah memberi kepadaku Al-Kitab dan menjadikanku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada. Dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.




