Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Jakarta Aman dari Gempa Bumi

peta jabodetabekMeski kota Jakarta 40 persen wilayahnya di bawah permukaan air laut, namun kota yang dihuni sekitar 8,5 juta jiwa ini tidak termasuk daerah rawan gempa. Apalagi, gempa yang disertai dengan gelombang pasang atau Tsunami. Sebab, secara geografis di bawah permukaan tanah wilayah DKI Jakarta tidak ditemukan lempengan bumi yang menjadi potensi pusat gempa.

“Secara geografis, posisi Jakarta berada di daerah yang cukup aman dari bencana gempa bumi. Sebab tidak termasuk daerah lempengan,” tutur Taufik Gunawan, Kasubdit Informasi Dini Gempa Bumi Badan Meteorogi Geofisika (BMG) dalam acara Sosialisasi Antisipasi Kegempaan di DKI Jakarta, di Ruang Bahari Komlpek Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (13/11). Karena itu, kemungkinan terjadi gempa bumi yang disertai tsunami di kawasan pesisir utara Jakarta sangat minim.

Read more »

19 October 2009 Posted by | Berita | | Leave a Comment

Yang Perlu Dilakukan Sebelum, Selama, dan Setelah Gempa

gempaPara ahli sudah mengingatkan bahwa kita memang hidup di daerah yang rawan terjadi gempa. Untuk itu, sangat perlu kiranya diketahui mengenai apa-apa saja yang perlu dilakukan sebelum, selama, dan setelah gempa.

Sebelum gempa:

  • Pastikan Anda memiliki tabung pemadam kebakaran, perlengkapan red box, sebuah radio bertenaga baterai, senter, dan baterai ekstra di rumah/di kantor.
  • Belajar pertolongan pertama.
  • Pelajari cara mematikan aliran gas, air, dan listrik rumah/kantor Anda.
  • Susun rencana untuk menentukan tempat bertemu bagi keluarga Anda setelah sebuah gempa bumi terjadi.
  • Jangan meninggalkan benda-benda berat di rak-rak sehingga akan jatuh akibat gempa.
  • Pastikan perabotan, lemari, dan peralatan bertahan erat di dinding atau lantai.
  • Pelajari jalan keluar darurat yang harus diambil ketika gempa terjadi di sekolah atau tempat kerja Anda.

Selama gempa:

19 October 2009 Posted by | Catatan | , | Leave a Comment

Tips Hadapi Gempa Saat di Gedung Tinggi

gedung tinggiGempa yang terjadi di Ujung Kulon beberapa saat lalu, juga ikut menggoyang Jakarta. Sebagian besar karyawan berhamburan keluar dari gedung-gedung pencakar langit. Sebelum panik dan berdesak-desakan di tangga darurat saat gempa terjadi, simak beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

Pada dasarnya gedung-gedung di Jakarta yang dibangun pasca 1989 harus tahan gempa. Karena, perencanaan, struktur gedung, dan kinerja struktur gedung harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang kelar pada 1989. Gedung-gedung tersebut didesain tahan gempa hingga 8 skala Richter.

Karena itu, jika Anda merasakan gempa ketika berada di gedung tinggi, hal pertama kali yang perlu Anda lakukan adalah:- Jangan panik. Jauhi jendela dan jangan berada di sisi tembok. Berlindung di bawah meja di dekat pilar atau tembok bagian dalam. Jangan gunakan lift atau elevator.

Read more »

19 October 2009 Posted by | Catatan | , | Leave a Comment

Skala Gempa Bumi

earthquakeAkhir-akhir ini, berita di koran, tv, media elektronik sedang rame membicarakan gempa bumi yang terjadi di Padang dan Jambi. Gempa yang menguncang dua kota itu terjadi pada hari rabu, 30 September 2009 dengan kekuatan gempa sekitar 7,6  Skala Richter. Bagi yang masih awam tentang pengetahuan gempa, seperti saya (sedikit seh…) , maka timbul pertanyaan, apa itu Skala Richter? Terus saya coba cari informasi tentang beberapa parameter untuk mengukur kekuatan gempa, termasuk skala-nya apa aja.

Untung aja ada Mbah Google dan Neng Wikipedia, ketemu deh beberapa artikel tentang ada berapa seh sebenernya cara mengukur kekuatan gempa itu. Ternyata ada 3 skala yaitu Skala Mercalli, Skala Kekuatan Moment dan Skala Richter (yang sudah akrab di telinga kita).

SKALA MERCALLI

Skala Mercalli adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Satuan ini diciptakan oleh seorang vulkanologis dari Italia yang bernama Giuseppe Mercalli pada tahun 1902. Skala Mercalli terbaagi menjadi 12 pecahan berdasarkan informasi dari orang-orang yang selamat dari gempa tersebutdan juga dengan melihat dan membandingkan tingkat kerusakan akibat gempa bumi tersebut. Oleh itu skala Mercalli adalah sangat subjektif dan kurang tepat dibanding dengan perhitungan magnitudo gempa yang lain. Oleh karena itu, saat ini penggunaan skala Richter lebih luas digunakan untuk untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Tetapi skala Mercalli yang dimodifikasi, pada tahun 1931 oleh ahli seismologi Harry Wood dan Frank Neumann masih sering digunakan terutama apabila tidak terdapat peralatan seismometer yang dapat mengukur kekuatan gempa bumi di tempat kejadian.

Read more »

6 October 2009 Posted by | Catatan | | Leave a Comment

Tips Menghadapi Gempa Bumi

gempaBila ada guncangan terasa, jangan cepat panik, berpikirlah jernih dan lakukan hal-hal berikut :

1. DI DALAM RUMAH

Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

2. DI LUAR RUMAH

Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

Read more »

4 October 2009 Posted by | Catatan | , | Leave a Comment

Tanda-tanda datangnya Gempa Bumi

awan gempaMelihat terjadinya gempa bumi di negeri kita, dari mulai gempa Jogja, Sukabumi, Nias dan terakhir Padang dan Jambi, tidak ada salahnya kita coba pelajari kembali beberapa tanda-tanda alam yang biasanya muncul sebelum gempa bumi itu dating diantaranya :

Lihat ke langit

Kalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado/seperti pohon/seperti batang, bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi. Awan yang berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut ‘menghisap’ daya listrik di awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah. Gelombang elektromagnetis berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja memang bentuknya seperti itu.

Read more »

4 October 2009 Posted by | Catatan | | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.