Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Stop Mengemis, Jangan Stop Bersedekah

Rubrik “Salam” Majalah Hidayatullah Edisi Oktober 2009.

“Seseorang yang mengambil tali di antara kalian kemudian dia gunakan untuk mengangkat kayu di atas punggungnya, lebih baik baginya. dari pada ia mendatangi orang, kemudian meminta-minta kepadanya” (Riwayat Bukhari).

pengemisTiap kali Ramadhan tiba, jumlah pengemis tiba-tiba membengkak. Meski tak ada jumlah pasti, namun secara kasat mata peningkatan ini sangat terasa. Perhatikanlah masjid-masjid besar di Jakarta. Sejak hari pertama Ramadhan, mereka kebanjiran pengemis. Tak percaya? Jika Anda sempat mengunjungi Masjid Istiqlal saat Ramadhan lalu, perhatikanlah! Sejak menjelang subuh, para pengemis itu sudah berdatangan. Menjelang buka puasa, jumlah mereka semakin banyak. Cerita seputar pengemis ini menjadi menarik karena awal Ramadhan lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengeluarkan fatwa haram mengemis. Menurut ulama setempat, tindakan meminta-minta merendahkan pribadi seseorang. Menariknya lagi, MUI Pusat mendukung fatwa ini, meskipun menyertakan beberapa catatan. Menurut Ketua MUI Pusat, KH Ma’ruf Amin, mengemis dengan memanfaatkan momen Ramadhan, jelas dilarang agama. Begitu juga mengemis di tempat-tempat yang mengganggu lingkungan, adalah perbuatan haram.

Pemerintah DKI Jakarta seakan mendapat lampu hijau untuk menerapkan peraturan daerah (perda) tentang penyelenggaraan ketertiban umum yang disahkan tahun 2007 lalu. Perda itu berisi larangan memberi sedekah kepada pengemis, melakukan aktivitas mengemis, termasuk mengamen, mengasongkan dagangan, dan mengelap mobil di tempat umum. Ancaman hukumannya adalah denda maksimal Rp 20 juta atau kurungan maksimal 60 hari. Korban sudah jatuh. Agustus lalu, empat warga Jakarta ditangkap oleh aparat Satpol PP karena kedapatan mem¬beri sedekah kepada gelandangan di sejumlah lampu merah. Mengemis memang tak dianjurkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).

Mengemis bukan sikap orang yang berperadaban. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan disampaikan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak layak bagi seseorang meminta-minta kecuali dalam tiga hal: fakir miskin yang benar-benar tidak mempunyai sesuatu, utang yang tidak bisa terbayar, dan penyakit yang membuat sesorang tidak bisa berusaha.”

Itu berarti, melarang mereka mengemis tanpa mau tahu apa yang menyebabkan mereka mengemis, bukan solusi ampuh mengurangi jumlah mereka. Fakta menunjukkan, meski perda larangan mengemis sudah keluar sejak tahun 2007, tetap saja jumlah pengemis bertambah banyak. Ketidakmampuan pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup rakyat adalah salah satu penyebab mengapa jumlah pengemis kian banyak. Data tahun 2009 menyebutkan, jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 33,714 juta orang. Itu artinya, sudah 64 tahun negara ini telah “memelihara” kemiskinan sekitar 14 persen penduduk Indonesia. Ini bertentangan dengan amanat UUD 1945 pasal34.

Di tangan pemerintah kebijakan dibuat. Pemerintah yang memutuskan apakah perlu menyuburkan riba, atau meniadakannya. Pemerintah juga yang memutuskan apakah sistem ekonomi me-mihak orang-orang berdasi, atau mening¬katkan taraf hidup para kuli. Namun, ketidakmampuan pemerintah bukan satu-satunya sumber penyebab munculnya kemiskinan. Rakyat pun harus mau mengubah karakternya men-jadi manusia yang berperadaban islami. Bukan manusia yang malas dan suka mengambil “jalan pintas”. Bukan pula manusia yang pelit dan tak mau membantu yang lemah.

Jadi, stop mengemis, tapi jangan larang orang bersedekah!

2 October 2009 - Posted by | Catatan |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: