Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Nasrudin

sufiPerlakuan Sama Tapi Hasil Berbeda

“Segala sesuatu yang ada harus dibagi sama rata,” ujar seorang filsuf di hadapan sekelompok orang di warung kopi.
“Aku tak yakin, itu akan terjadi,” ujar seseorang yang selalu ragu.
“Tapi, pernahkah engkau memberi kesempatan?” menimpali sang filsuf.
“Aku pernah!” teriak Nasrudin. “Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa yang betul-betul mereka inginkan.”
“Bagus sekali!” kata sang filsuf. “Sekarang katakan bagaimana hasilnya.”
“Hasilnya adalah seekor keledai yang baik, dan istri yang buruk.”

Anak Kecil yang Kurang Ajar

Nasrudin biasa duduk-duduk di teras sebuah warung kopi. Suatu hari, seorang anak kecil laki-laki berlari di hadapannya sambil memukul kepala Nasrudin sehingga sorbannya melayang. Tapi sang Mullah tidak bereaksi apa-apa. Hal yang sama terjadi terus selama beberapa hari. Yang selalu dilakukan sang Mullah adalah mengambil sorbannya yang terjatuh dan mengenakannya kembali.
Seseorang bertanya kepada Nasrudin mengapa ia tidak menangkap dan menghukum anak kecil itu, atau meminta orang lain untuk melakukanya.
“Itu bukan cara yang tepat,” kata Nasrudin.
Suatu hari Nasrudin, terlambat datang ke warung kopi. Ketika sampai di sana, dilihatnya seorang serdadu dengan wajah yang seram sedang duduk di tempat yang biasanya ia duduki. Tiba-tiba anak kecil laki-laki itu muncul. Seperti biasanya, ia menonjok sorban orang yang duduk di tempat itu. Tanpa berkata apa-apa, sang serdadu menghunus pedangnya dan kemudian memenggal leher anak itu.
“Ah, dia kan hanya anak kecil…!” gumam Nasrudin dengan penuh sesal.

Tidak ada Yang Menawarkan Keledai Pengganti

“Engkau memang telah kehilangan keledaimu, Mullah. Tetapi tidak perlu bersedih, lebih sedih dibanding ketika engkau kehilangan istrimu.”
“Ah, kalau saja kalian ingat. Ketika aku kehilangan istriku, kalian semua warga kampung berkata: ‘Kami akan mencari pengganti untukmu’. Tapi coba sekarang, ketika keledaiku mati tak seorang pun yang menawarkan penggantinya.”

Menggunakan Dua Alternatif

Seorang teolog sakit. Ia mendengar bahwa Nasrudin itu searang mistikus. Dan dalam keadaannya yang setengah sadar, ia merasa ada sesuatu di dalam dirinya.
Akhirnya ia dikirim kepada Nasrudin.
“Buatkan do’a yang bisa membuatku memasuki dunia lain, Mullah,” katanya. “Bukankah engkau terkenai pandai dalam berhubungan dengan dimensi lain.”
“Dengan senang hati,” kata Nasrudin. “Tuhan tolonglah aku. Setan, tolonglah aku!”
Lupa dengan rasa sakitnya, orang suci ini bangkit karena rasa tersinggung yang luar biasa. “Mullah, engkau pasti sudah gila.”
“Tidak sepenuhnya, sahabatku. Seseorang yang berada dalam kondisi seperti engkau ini, tidak akan mampu menangkap kesempatan. Jika ia melihat dua alternatif, ia mencoba membuktikan yang mana yang berhasil!”

14 October 2009 - Posted by | Humor |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: