Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Tipe Shopper Macam Apakah Isteri-Isteri Anda?

belanjaRasanya udah malas aja kalo isteri ngajak berbelanja, pasti lama dan capek, apalagi kalo perginya ke pasar grosir. Sudah tawar menawar lama, harga tidak cocok, ditinggal pergi, katanya dengan harapan setelah agak jauh dipanggil lagi oleh penjualnya. Setelah muter-muter ga’ ketemu juga barang yang dicari dengan motif, jenis dan spesifikasi yang sama, atau ada tapi harganya lebih mahal dari yang tadi, pasti balik lagi ke tempat semula menawar. Atau juga mondar-mandir dilokasi yang sama dengan alternatif barang yang banyak, tapi bingung memilihnya, bisa-bisa datang ke toko yang sama bisa dua atau tiga kali.

Memang bener kata orang-orang bukan namanya wanita kalo tidak hobi belanja. Mungkin hal ini sebagai pelampiasan akibat rutinitas sehari-hari yang dijalani, ngurusi rumah tangga, suami, orang tua dan segala tetek bengek-nya, jadi “harap maklum”. Sebenernya ada ga’ sih penelitian yang menyimpulkan bahwa “belanja identik dengan wanita”.

Pas buka internet, berlayar ke sana-sini, ga’ ketemu-ketemu tuh penelitian, mamang nda’ ada kali ya? yang ada malah tipe atau kategori berbelanja, ya… ga papa lah, untuk sekedar tahu, isteri ku itu masuk kategori mana? Berikut rinciannya :

The One-Store Shopper. Anda hanya akan “browsing” di satu butik saja, tak peduli apa pun yang Anda inginkan. Anda setia dengan 1 atau 2 merek saja, dan betah berlama-lama di dalam butik tersebut untuk membeli atasan, jeans, sepatu, jaket, tas, atau aksesori lainnya. Anda pebelanja yang setia dengan toko tertentu.

The Bargain-Hunter. Anda sangat menikmati pusat pertokoan yang mirip gang senggol, asalkan Anda bisa menawar harga sepuasnya. Anda terbiasa blusukan di pertokoan di kawasan Tanah Abang, atau ITC untuk mendapatkan barang terbaik, dan hafal dimana letak toko-toko langganan Anda. Anda begitu pintar merayu, hingga seringkali pemilik tokonya turun tangan menghadapi Anda untuk memberikan harga khusus. Selain itu Anda juga termasuk pemburu diskon di department store. Asalkan diskon cukup besar Anda pasti akan membeli barang tersebut, tak peduli apakah Anda membutuhkannya atau tidak.

The Buying-Things-Without-Trying-Them-On Shopper. Seringkali karena malas menunggu antrian di fitting room, Anda memutuskan untuk langsung membeli barang tanpa mencobanya lebih dulu. Anda juga tak ragu-ragu menggunakan kartu kredit untuk membayar barang yang cukup mahal, dan tidak merasa sayang karena harus berhutang dalam waktu lama. Akibatnya, lemari pakaian Anda dipenuhi baju-baju yang tidak terpakai, karena meskipun muat di badan, pakaian-pakaian tersebut tidak layak dipakai. Entah karena belahan dadanya terlalu rendah, potongan di ketiak terlalu sempit, atau bagian bahu yang terasa tidak nyaman.

The Online Shopper. Karena pernah sukses berbelanja secara online, Anda makin yakin bahwa kebanyakan online store dapat diandalkan. Anda merasa nyaman dengan cara berbelanja ini, karena menghemat waktu dan uang (karena tidak perlu mengunjungi toko), dan tidak repot. Online shopper sendiri terdiri atas beberapa tipe: orang yang memang malas berbelanja dan bertransaksi di toko, orang yang termakan iklan (karena begitu melihat katalog langsung tertarik berbelanja karena takut kehabisan), dan orang yang ingin membeli barang-barang yang unik atau enggak pasaran, yang hanya tersedia di toko-toko online.

The Thrift Shopper. Anda suka mendatangi acara garage sale untuk mendapatkan barang-barang bekas berkualitas dengan harga murah. Entah itu pakaian, sepatu, buku-buku, alat olahraga, juga perabotan atau alat-alat rumah tangga. Namun ada juga orang yang justru menyukai barang-barang yang terlihat sudah dipakai, misalnya perabotan dari kayu jati.

The Emotional Shopper. Nah, Anda tentu paling paham siapa yang dimaksud dengan pebelanja emosional. Mungkin Anda termasuk di dalamnya. Anda menganggap aktivitas berbelanja mampu mengusir stres dengan cepat. Apakah Anda merasa langsung ingin ke mal dan pulang membawa sepatu baru, ketika sesuatu yang buruk terjadi pada Anda? Anda baru putus dengan kekasih, jenuh dengan pekerjaan yang seolah tak ada habisnya, atau tak tahan berada di rumah karena kakak atau adik sering bertengkar dengan ibu? Untuk mengatasi semua masalah itu, hanya berbelanja jalan keluarnya.

Setelah membaca tipe-tipe di atas, bisa disimpulkan bahwa isteri saya, rasa-rasanya masuk ke dalam semua kategori. Bagaimana dengan Anda atau isteri-isteri Anda?

Referensi : http://female.kompas.com

15 October 2009 - Posted by | Catatan |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: