Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Kotaku Paling Jorok no. 3 Sedunia

sampahPredikat sebagai kota terjorok ketiga di dunia agaknya layak disematkan kepada ibukota negara Indonesia, Jakarta. Kota dengan populasi penduduk mencapai 10 juta jiwa itu dicap sebagai kota jorok lantaran beberapa indikator, yakni kualitas air tanah, udara, dan tata ruang yang buruk.

Pencemaran lingkungan di Jakarta sudah berada pada level memprihatinkan. Faktanya, pencemaran udara saja tercatat 70 persen berasal dari kendaraan bermotor dari total 9.993.867 kendaraan yang beroperasi di ibukota (sumber data: Polda Metro Jaya per Juni 2009). Sedangkan dari pembuangan sampah, 28 persen sampah terbuang ke selokan dari total 27.966 meter kubik, atau setara dengan 6.000 ton per harinya (sumber data: WALHI Jakarta).

Jakarta, sebagai pusat pemerintahan sejatinya menjadi teladan percontohan bagi kota-kota lain di tanah air, terutama dalam hal kebersihan lingkungan. Betapa tidak, kebersihan menjadi salah satu tolak ukur vital suatu bangsa oleh bangsa lain terhadap cerminan karakter masyarakat yang ada di dalamnya. Bila suatu kota dicap jorok, maka sudah barang tentu asumsi yang muncul adalah “kota itu penduduknya jorok”.

DKI Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia dengan luas wilayah lebih kurang 650 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 10 juta, dewasa ini kerap mengalami permasalahan lingkungan yang rumit, baik ditinjau dari segi fisik maupun non fisik. Permasalahan fisik seperti bangunan-bangunan yang tak terkendali menciptakan “hutan beton”.

Permasalahan lingkungan lainnya yang tak luput dari sorotan, ialah makin meningkatnya jumlah penduduk dengan aktivitas beragam, yang di satu sisi berdampak pada peningkatan produksi limbah, dan di lain pihak mengurangi keberadaan ruang terbuka hijau yang notabene memiliki fungsi ekologis sebagai pengendali polusi dan penghasil oksigen, daerah resapan air yang dapat mengurangi genangan air atau banjir saat hujan.

Joroknya kota Jakarta bisa disebabkan oleh implementasi kebijakan yang lemah, juga sanksi-sanksi yang tidak tegas dalam upaya proteksi terhadap lingkungan. Persoalan pencemaran kota bukan semata-mata kurangnya kesadaran warga untuk menerapkan pola hidup sehat. Pemerintah seharusnya memaksimalkan sebuah kebijakan yang sudah ada demi optimalisasi proteksi terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan kota.

Nah …. Jorok gitu bisa dapet piala Adipura ?

http://news.okezone.com

16 October 2009 - Posted by | Harapan |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: