Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Jakarta Aman dari Gempa Bumi

peta jabodetabekMeski kota Jakarta 40 persen wilayahnya di bawah permukaan air laut, namun kota yang dihuni sekitar 8,5 juta jiwa ini tidak termasuk daerah rawan gempa. Apalagi, gempa yang disertai dengan gelombang pasang atau Tsunami. Sebab, secara geografis di bawah permukaan tanah wilayah DKI Jakarta tidak ditemukan lempengan bumi yang menjadi potensi pusat gempa.

“Secara geografis, posisi Jakarta berada di daerah yang cukup aman dari bencana gempa bumi. Sebab tidak termasuk daerah lempengan,” tutur Taufik Gunawan, Kasubdit Informasi Dini Gempa Bumi Badan Meteorogi Geofisika (BMG) dalam acara Sosialisasi Antisipasi Kegempaan di DKI Jakarta, di Ruang Bahari Komlpek Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (13/11). Karena itu, kemungkinan terjadi gempa bumi yang disertai tsunami di kawasan pesisir utara Jakarta sangat minim.

Meski secara geografis wilayah DKI Jakarta aman dari pusat gempa, namun seluruh warga Jakarta harus tetap siaga terhadap terjadinya bencana gempa bumi. Sebab, radius getaran gempa dari wilayah lain kemungkinan bisa merambat ke DKI Jakarta. Untuk itu, walaupun DKI Jakarta secara geografis diuntungkan, namun tidak boleh berpangku tangan. Artinya, harus tetap siaga, baik kesiagaan personel penanggulangan bencana maupun dalam perencanaan penataan bangunan yang sesuai dengan standarisasi tahan gempa.

Sedangkan kepada warga, Taufik berpesan, jika terjadi gempa, warga tidak perlu panik. Paling tidak sedapat mungkin mencari tempat yang aman untuk berlindung misalnya, di sudut-sudut ruangan, di bawa meja yang kuat, atau mencari tempat lain yang dianggap aman. Selain itu, warga sebaiknya jalan meratap ke dinding jangan langsung melintas diagonal karena bisa tertimpa reruntuhan atau terjatuh. “Maka dari itu warga tidak perlu panik dalam menghadapi ancaman gempa bumi. Selain itu, kita juga sudah siapkan tim evakuasi kalau itu terjadi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubdit Kesiapan Aparatur Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB), Mulatmo, meminta kepada seluruh stakeholder dan penanggung jawab kebijakan agar terus meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan gedung-gedung bertingkat utamanya yang menyangkut standarisasi bangunan. “Kita minta para pemimpin di wilayah agar memperhatikan setiap kegiatan pembangunan. Terutama yang menyangkut soal Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dan standarisasi bencana alam. Dan sanksi itu harus ditegakkan,” paparnya, seraya menuturkan ketentuan tersebut diatur dalam undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanganan Bencana.

Dia berharap, ke depan BNPN diharapkan terus dilibatkan dalam penanganan bencana di DKI Jakarta. Sehingga, penanggulangan bencana dapat terkoordinir dengan baik. “Memang saat ini lembaga ini belum masuk ke dalam SKPD-SKPD di tiap provinsi akan tetapi, diharapkan ke depannya bisa dimasukan dalam struktur organisasi kepemerintahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Effendi Anas, Walikota Jakarta Utara mengaku, senang dengan adanya kegiatan sosialisasi terhadap ancaman gempa bumi tersebut. Pasalnya, dengan kegiatan ini masyarakat diharapkan dapat memahami apa dan bagaimana saat terjadi bencana alam tersebut. “Kami akan mengintruksikan kepada lurah dan camat se-Jakarta Utara yang juga hadir dalam acara ini agar dapat memberikan pengalaman dan penyuluhan sosialisasi ini ke tingkat masyarakat,” ujarnya.

BERITAJAKARTA.COM

19 October 2009 - Posted by | Berita |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: