Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

I (don’t) Like Monday

i dont like monday(Tell me why) I don’t like Mondays
(Tell me why) I don’t like Mondays
(Tell me why) I don’t like Mondays

( by : Bon Jovi)

“Sudah hari Senin lagi…. Perasaan hari-hari berlalu begitu cepat, serasa baru kemaren Jumat, eh … udah Senin lagi”. Ini lah mungkin kalimat yang sering kita ucapkan atau hanya terbersit di hati saat datangnya hari senin bahkan menjelang hari Senin alias Minggu Malam. Pokoke “I Don’t Like Monday” lah….

Mungkin karena kita masih terbawa suasana liburan Sabtu Minggu, jadi rasa nya masih kurang dalam berlibur atau memang kita sudah membayangkan bagaimana suasana hari Senin di Kantor atau tempat kerja lainnya dengan, tentunya, segudang pekerjaan yang menumpuk yang harus segera diselesaikan.

Tapi, melihat kembali ke hari Jumat, kita sepertinya mempunyai perasaan yang berkebalikan dengan hari Senin, disaat Jumat sore pekerjaan masih menumpuk, kita beranggapan “ ah .. saya selesaikan hari Senin aja lah… Jumat ini kita sedikit santai dulu lah …” Nah… itu dia yang membuat hari senin nya menjadi terasa malas.

Padahal seandainya pada hari Jumat pekerjaan itu udah kelar, pastinya hari Senin akan berbeda. Kita akan menjadi sedikit penasaran, pekerjaan apa lagi yang akan kita kerjakan untuk diselesaikan segera, selain tugas rutin yang menjadi tanggung jawab kita.

Kita sebagai seorang Muslim, kita punya pedoman hidup yang mulia yaitu Al Quranul Karim. Bekerja adalah kodrat hidup, baik kehidupan spiritual, intelektual, fisik biologis, maupun kehidupan individual dan sosial dalam berbagai bidang (Al-Mulk: 2).

Seseorang layak untuk mendapatkan predikat yang terpuji seperti potensial, aktif, dinamis, produktif atau profesional, semata-mata karena prestasi kerjanya. Karena itu, agar manusia benar-benar “hidup”, dalam kehidupan ini ia memerlukan ruh (spirit). Untuk ini, Al Qur’an diturunkan sebagai “ruhan min amrina”, yakni spirit hidup ciptaan Allah, sekaligus sebagai “nur” (cahaya) yang tak kunjung padam, agar aktivitas hidup manusia tidak tersesat (Asy-Syura: 52).

Jika kerja adalah ibadah dan status hukum ibadah pada dasarnya adalah wajib, maka status hukum bekerja pada dasarnya juga wajib. Syarat pokok agar setiap aktivitas  kita bernilai ibadah ada dua, yaitu sebagai berikut :

Pertama, Ikhlas, yakni mempunyai motivasi yang benar, yaitu untuk berbuat hal yang baik yang berguna bagi kehidupan dan dibenarkan oleh agama. Dengan proyeksi atau tujuan akhir meraih mardhatillah (Al-Baqarah:207 dan 265).

Kedua, shawab (benar), yaitu sepenuhnya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh agama melalui Rasulullah saw untuk pekerjaan ubudiyah (ibadah khusus), dan tidak bertentangan dengan suatu ketentuan agama dalam hal muamalat (ibadah umum) (Ali Imran: 31, Al-Hasyr:10).

Eh…. Ko’ jadi kaya Ustadz sih… Ga papa lah ya….

Tapi, Senin pagi ini hati ku girang, riang bahagia, secara hari ini tanggal 2, so.. gajian lah ….

Jadi…

What reason do you need to be shown
(Tell me why) I don’t like Mondays ….

Referensi : http://mta-online.com

2 November 2009 - Posted by | Catatan |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: