Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Berkurban

Duh, hampir sebulan sudah kehilangan semangat untuk menulis, aktifitas sahari-hari yang padat melelahkan mengimbas pada semangat juang membela kebenaran….. (lebay banget deh ah), setidaknya mengungkapkan kembali kebejatan dunia (lebay lagi), pkoke kembali menulis dah ….

Kebetulan malam ini malam mulia Idul Adha, 10 Dzulhijah 1430H, bertepatan dengan tanggal 26 November 2009 alias Kemis Pon, 8 Besar 1942 Je (lengkap banget ya…).  Pada hari ini jutaan umat Islam dari segenap pelosok dunia berdatangan dan berkumpul di tanah suci melakukan ibadah haji, berkumpul di Padang Arafah.

Pada malam hari yang berbahagia ini pula Umat Islam lainnya di seluruh dunia serentak mengumandangkan kalimah Takbir, Tahmid, Tahlil, sebagai manifestasi dari rasa syukur dan taqwa kepada Allah SWT. Kelezatan bertahmid, takbir dan tahlil, terasa menembus hati nurani semua umat tauhid yang mampu menghubungkan tali ruhaninya yang suci kepada Khalik seru sekalian alam. Alangkah bahagiannya, apabila kita senantiasa dalam suka dan duka dapat merasakan kehadiran Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang, tempat kita minta petunjuk jalan pada waktu gelap, tempat berlindung dari segala kesulitan hidup.

Dalam semangat berkurban, tadi sepulang seminar di Hotel Kartika Candra Jakarta, sekitar jam 1 siang, langsung meluncur ke tempat penjualan kambing kurban, karena memang sudah diniatkan, insya Allah, semoga Allah yang Maha Kaya lagi Maha Pemurah, selalu melimpahkan riski-Nya, amin !, setiap tahun harus berkurban, meskipun hanya 1 kambing, bergantian sama isteri. Lebaran Idul Adha tahun kemaren adalah jatah kurbannya isteri, jadi tahun ini giliran diriku yang berkurban.

Pasar dadakan hewan kurban memang rutin setiap hampir hari raya Idul Adha, timbul bagai jamur di musim hujan, emang sekarang lagi musim ujan ya …. dekat rumah, sepanjang sampir rel kereta Jakarta Bogor. Ku mulai mengamat-amati tuh para penjual kambing beserta kambingnya dari ujung pasar dadakan ke ujung yang laen. Dua kali bolak-balik cukup untuk sekedar mengetahui ‘toko’ yang menjual kambing sedikit montok.

Terpilihlah ‘toko’ Bang Mamat, seorang pemuda betawi tanggung, yang katanya jualan kambing juga profesi dadakan Bang Mamat. Lirak-lirik ke segenap pojok lapak, terpilihlah seekor kambing jantan (keliatan dari tanduknya dan alat vitral nya, secara waktu diliatin banyak orang, si kambing beraksi “menaiki” kambing lainnya dengan “senjata” terhunus). Tampang tuh kambing sedikit sangar, garang, brewokan … (sori wat saudara-saudara yang berjenggot, tidak bermaksud sedikitpun membandingkan), kulit kepala sampai leher hitam, badan berbulu putih, dan semua kaki-kaki nya berbulu hitam, pokoknya keliatan paling jagoan di seantero kambing di lapak Bang Mamat.

Bang Mamat buka harga 1,7 juta, tawar menawarpun jadi, 1,5 juta tawaran pertama diriku, eh tiba-tiba ibu-ibu cenderung nenek-nenek, langsung buka tawaran untuk si kambing jantan yang lagi ditawar diriku itu dengan 1,1 juta… wah.. sungguh tawaran yang ‘mempesona’, disaat diriku menawar 1,5 ternyata ada yang lebih ‘berani’ menawar 1,1. Kontan Bang Mamat senyum-senyum sama tuh nenek-nenek. Mungkin dalam hatinya, Bang Mamat Cuma bergumam “dasar nenek-nenek, jangan merusak harga dong…”

Cukup alot juga ‘pertarungan’ tawar menawar harga, Bang Mamat sudah turun di level 1,65 juta dan tetep keukeuh sampai ‘injuri time’. Terpaksa sebagai konsumen yang membutuhkan tuh kambing, dengan suka rela diriku setuju dengan harga ekuilibrium di 1,65 juta. Akad jual beli pun jadi, salaman kasih uang, antar tuh kambing ke Mesjid deket rumah.

Kutunggu tuh kambing di Masjid, tak berapa lama muncul sang gembala kambing, asisten Bang Mamat sambari menggandeng kambing jantan ku. Segera ku serahkan kambing jantan itu ke panitia Korban Idul Adha 1430H. Tulis nama,  alamat pengorban di selembar Kertas Tanda Terima Kurban dengan akad serah terima “ aku serahkan sunnah hewan kurban ku” yang dijawab dengan “ ya, saya terima”.

Dari daftar klasemen sementara kurban, diketahui telah terkumpul kambing 20 ekor dan Sapi 1 ekor. Dan mungkin dan semoga akan bertambah lagi jumlah kambing maupun sapi.

“ Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah” (QS : 108:02)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaha illallaha, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamdu.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1430H

26 November 2009 - Posted by | Catatan |

2 Comments »

  1. […] jangan berlebihan… Tetap Sehat !!! Possibly related posts: (automatically generated)BerkurbanApa itu Insomnia?Cara Tepat Merawat […]

    Pingback by Berkurban 2 « Pavarotto | 28 November 2009 | Reply

    • terima kasih bro …

      Comment by pavarotto | 24 December 2009 | Reply


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: