Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Berkurban 2

Judulnya bukan meniru judul lagu dangdut sang Raja Dangdut, Begadang 2, tapi memang hanya sekedar lanjutan tulisan kemaren, Berkurban, yang pasti ada gunanya, betul tidak Bang Haji? Gambar sebelah juga masih sama dengan edisi sebelumnya, karena tadi waktu penyembelihan kurban, sampai kelupaan untuk mengabadikan momen mendebarkan itu.

Sebagian besar panitia kurban Hari Raya Idul Adha 1430H baru melaksanakan ritual penyembelihan hewan kurbab pada hari ini, dengan alas an kemaren bertepatan dengan hari Jumat, yang kata orang, hari nya pendek, karena pihak Takmir Mesjid (klo korbannya di Masjid) harus segera membersihkan tempat sekitar Mesjid  yang digunakan untuk menyembelih kurban, untuk digunakan lagi bersholat Jumat, dan itu dirasa tidak mungkin secara jumlah hewan korban yang akan disembelih cukup banyak tetapi ‘tenaga ahli’ penyembelihan hewan dan ‘asisten’-nya jumlahnya terbatas, kalo Masjid dekat rumah, cuma 1 ustad dan beberapa asisten saja, yang tentu saja Sang Ustad kewalahan klo harus menyembelih sendirian.

Sejak tadi pagi, speker mesjid sudah ‘berkoar-koar’ memanggil jemaah yang telah menitipkan hewan kurbannya di Masjid, untuk dapat menyaksikan ‘live match’ tanpa dipungut biaya streaming, antara ustadz dan hewan kurban, yang hasilnya juga sudah pasti dimenangkan oleh Sang Jagal Bijak dan Adil (insya allah).

Kemaren waktu menyerahkan hewan kurban ke panitia di Masjid, Si Kambing Jantan ku dapat nomor antrian 17, sebuah nomor cantik tentu. Pelaksanaan penyembelihan tepat dilakukan pukul 7 pagi teng dengan ditandai pemukulan bedug Masjid, juga sepertinya 7 kali, lagi-lagi, kebetulan dengan nomor cantik.

Setelah menunggu lama, tibalah giliran Si Kambing Jantan ku untuk ‘mencoba’ tajamnya golok Sang Jagal. Yang akan ‘bertarung’ Si Kambing Jantan, tapi ko’ hati ku yang berdebar-debar yah… akankah Si Kambing Jantan melakukan perlawanan?  Walaupun melakukan perlawanan, Si Kambing Jantan tetap saja kalah, Sang Jagal banyak temennya, beraninya keroyokan …

Setelah Si Kambing Jantan terkapar tak berdaya, segera aku tinggalkan arena penyembelihan, seperti pendukung klub sepakbola yang segera meninggalkan stadion begitu klub kesayangannya kalah telak, bedanya aku keluar dengan tetap menyum mengembang,penuh rasa berserahdiri kepada Sang Pencipta, bersyukur sudah diberi rizki dan dapat berkurban sesuai dengan sariaat yang diajarkan.

Kini tinggal kutunggu paha si Kambing Jantan di rumah…

Selamat menikmati Daging Kurban, semoga berkah dan hati-hati, jangan berlebihan… Tetap Sehat !!!

28 November 2009 - Posted by | Catatan |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: