Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Akhir-akhir ini …

Ga’ dirumah.. ga’ di kantor rasanya kerjaan ada mulu ga’ ada brentinya. Klo di rumah jelas ketahuan, berbagi tugas dengan isteri untuk merawat Bagas dan mengurus rumah dari pulang kantor, bahkan  sampe tidur itu sendiri pun juga sepertinya ada gilirannya, bangun tidur terus ngantor …. Rutinitas yang membosankan dan perlu!

Sampe di kantor, bejibun tugas sudah menanti untuk segera diberi sentuhan 10 jari yang beradu sama keyboard. Belum tugas yang satu selesai udah datang tugas yang laen, iya klo cuman atu… ini langsung 5 biji yang harus selese hari itu juga.. duh Gusti … cari nafkah sesuap nasi segenggam berlian sepertinya berat sekali. Terpaksa hari ini ijin sama ‘perdana menteri’ di rumah ‘sang raja’ pulangnya gak telat, habis maghrib baru pulang.

Semangat pulang bertemu sang pangeran membuncah, naek motor seperti naek pesawat terbang ajah … wus..wus..wus … ciiiiiiit… e ada sepur liwat. Sambil menanti sepur liwat, di depan mata disajikan hiburan yang memilukan tentang negeri ini dalam penanganan masalah sosial dan kedisiplinan.

Ibu-ibu beserta anak balita mengamen di pintu-pintu mobil yang brenti nunggu si sepur liwat. Sang ibu membawa kemoceng untuk mbersihin kaca mobil sambil menengadahkan tangan seraya momohon belas kasihan selembar ribuan atupun sekeping gopean sukur-sukur selembar cepeceng …. Yang balita memegang alat music klasik dari cupu tutup minuman dalam kemasan (botol) yang dilempengin, dikumpulin 2 biji dan ditusuk pake paku ditengahnya di seutas kayu, cring.. crek..crek.. klo digoyangin. Duh Gusti…. Syukur Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah Engkau beri, maafkan hamba-MU ini yang tidak pandai berucap berterima kasih.

Sementara yang tidak sabaran menunggu kereta liwat, keretanya juga keterlaluan seh, klo liwat ga’ cuman satu, langsung 5 bolak balik kaya poto kopi, maen serobot aja meski pintu palang kereta sudah ditutup, mungkin mereka berpikir waktu adalah uang …. daripada menunggu penumpang kereta menjatuhkan uang …. mending ngacir aja lah …

Sampe di rumah, Bagas udah bobo dengan pulasnya, raut muka yang lugu mendamaikan hati yang seharian bergejolak. Senymnya yang mengembang tipis menandakan dunianya penuh keceriaan. Doain Papah mu yah Nak, biar dapat mencari rezeki yang banyak dan halal supaya kamu bisa mendapatkan keceriaan masa kanak-kanak mu, tidak seperti yang Papah liat di pintu lintasan kereta tadi dan tumbuh besar menjadi orang yang diharapkan, Sang Pemimpin yang Kuat dan BIjaksana, amin !!.

26 April 2010 - Posted by | Catatan, Cerita |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: