Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Jalanan Jakarta Ramai (lagi)

Hari ini, Jakarta mulai macet lagi. Semua sudah beraktifitas normal kembali, pegawai, pengusaha dan pelajar sudah mulai masuk kerja / sekolah lagi setelah selama seminggu lebih menikmati libur Hari Raya Idul Fitri 1431H. Tak ayal lagi, kemacetan, yang sudah identik dengan jalanan Jakarta, kembali mengular terutama di jalan-jalan menuju jalan protokol.

Tadi pagi, saya menuju tempat kerja di bilangan Gambir Jakarta Pusat dengan lebih dulu mengantar Isteri bekerja di bilangan Kuningan Jakarta Selatan, ditemani oleh motor yang sudah agak butut, motor bebek 4 tak produksi tahun 1995.

Mulai dari keluar rumah, jalan raya pasar minggu sudah mulai pamer alias padat merayap, sampai perempatan pancoran sedikit tersendat, itu sudah pake motor, bagaimana yang bawa mobil? Cape deh ….. Sambil tetap menyusuri jalanan, terkadang naik trotoar…., terbersit sedikit unek-unek perihal kemacetan Jakarta.

Katanya Jakarta dipimpin oleh “Ahlinya”, tapi ko’ ya sepertinya kondisi jalanan dari tahun ke tahun bukannya membaik malah dibilang tambah parah, pasti anda juga setuju, malah di Jakarta Utara tepatnya Jalan RE Martadinata, ambles  7 meter ke laut. Sekali lagi… parah !!

Setelah kejadian amblesnya jalan RE Martadinata, muncul kembali ide untuk memindahkan ibu kota Negara ke kota lain, yang paling santer sepertinya kota Palangkaraya. Tapi sepertinya ide tersebut untuk jangka panjang, bagaimana solusi kemacetan Jakarta dalam waktu dekat? Ada yang bilang mustahil tapi ada juga yang optimis.

Jumlah kendaraan di Jakarta dan sekitarnya terus bertambah sedangkan kondisi jalanan relative tidak berubah. Jadi ada ide untuk pembatasan jumlah kendaraan yang melintas di jalanan Jakarta, bukan pembatasan kepemilikan kendaraan. Saya sependapat dengan pembatasan jumlah kendaraan yang melintas jalanan Jakarta, tapi harus diikuti dengan perbaikan fasilitas umum kendaraan angkutan.

Saya percaya dan yakin, apabila fasilitas kendaraan angkutan umum, baik dari segi jumlah maupun fasilitas kendaraan angkutan umum itu sendiri diperbaiki, kita tidak segan-segan untuk beralih ke kendaraan umum.

Kondisi saat ini, kendaraan angkutan umum, sebagian besar,  sudah tidak manusiawi lagi, kotor, dekil, tempat duduk keras, panas (tanpa AC), banyak copet, pengamen, sopir ugal-ugalan… wis pokoke ueleek pool.

Berubahlah kea rah yang lebih baik, i love Jakarta.

20 September 2010 - Posted by | Catatan, Opini dan Harapan |

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: