Pavarotto

Just Pavarotto, That's All !

Gemmar Mengaji

Ya benar, anda tidak salah mengeja atau membaca, emang begitu tulisannya. Gemmar Mengaji emang sebuah singkatan dari Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji.  Gerakan ini diluncurkan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, bertempat di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (30/3/2011). Dalam pembukaan gerakan tersebut, Menag mengatakan bahwa Gemmar Mengaji merupakan gerakan moral untuk mengembalikan budaya mengaji. Mengaji sejak dahulu telah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Namun akhir-akhir ini mengaji sudah mulai ditinggalkan. Masjid-masjid kosong, tak ada lagi aktifitas pengajian. “ Kita sangat sulit mendapati anak-anak, remaja, bahkan orang tuas yang mengaji di Masjid-masjid atau mushalla. Umat kita lebih asyik di depan televisi daripada mengaji”, ungkapnya.

Kondisi ini menurut Menag, berkontribusi pada melemahnya ikatan keumatan, sehingga umat Islam mudah dimasuki berbagai paham menyimpang. Hal ini jelas memudahkan masuknya berbagai paham yang sesat. Dengan semakin jauhnya umat dari mengaji, akan sangat rentan untuk dimasuki paham-paham sesat yang datang dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Program ini merupakan terobosan untuk memperbaiki akhlak umat. Selain itu, program ini diharapkan generasi muda sejak dini betul-betul pahami ajaran agamanya. “Selain masalah kemiskinan, dan SDM, ada miskin akhlak. Semua pihak ambil peran masing-masing untuk selamatkan akhlak kita,” katanya. Untuk itulah Menag berharap program Gemmar Mengaji mendapat dukungan dari semua pihak.

Betul sekali apa yang dikatakan oleh Menag kita, memang kenyataan dimasyarakat begitu. Jamaah Sholat Maghrib di Masjid, Mushola udah mulai mengalami kemajuan alias Shof nya maju kedepan, paling cuma satu baris, itu juga rata-rata usianya 50 tahun. Pertanyaannya, yang muda pada kemana? Jawaban yang bias ditebak, masih di jalan atau sudah dirumah, itu juga kalo sholat, paling juga lagi nonton tipi.

Hiburan bioskop masuk rumah sudah mengalahkan dahsyatnya panggilan adzan di masjid/mushola. Begitu juga dengan membaca dan mengaji Al Quran, dikalahkan sama berita gosip atau sinetron yang tayang pas saat dikumandangkan adzan maghrib.

Ayo, mulai sekarang, kita dukung Gemmar Mengaji ini, dimulai dari diri sendiri untuk mencontohkan pada anak-anak kita bahwa orang tuanya sholat dan mengaji. Apabila kita tidak bisa mendidik anak kita sendiri untuk mengaji, bisa kita serahkan ke guru mengaji atau kita panggil guru mengaji ke rumah, jangan cuma guru less privat ajah yang diundang ke rumah.

Mari kita matikan sejenak tipi kita dirumah pas adzan Magrib berkumandang sampai dengan datangnya waktu Isya, untuk memberikan waktu bagi kita dan anak-anak kita sholat dan mengaji Al Quran.

 

5 April 2011 - Posted by | Catatan, Opini dan Harapan

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: